• Post Title

    Category

    Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s,when an unknown printer...

    Buton

  • Showing posts with label Artikel. Show all posts
    Showing posts with label Artikel. Show all posts

    Stalker itu bisa dibilang hobi bisa juga dikategorikan sebagai hasrat. Tiap orang pasti memliki keinginan untuk mengetahui sisi lain atau rahasia dari orang lain. Dan tugas stalkerlah untuk mencari tahunya. Ada kemampuan dari masing- masing individu untuk menjadi seorang stalker, tapi hanya beberapa yang benar- benar menjadi seorang stalker sejati. Dan inilah kriteria jika anda ingin menjadi stalker sejati.
    1.       Mengetahui derita seorang stalker dan bisa mengatasinya.
    Seorang stalker haruslah paham betul mengenai apa yang sedang ia lakukan. Bahwa mengetahui rahasia orang lain dan menyimpannya sendiri terkadang makan hati. Haruslah menjadi stalker yang berbesar hati dan menjadi pribadi yang kuat! Fighting!
    2.       Gesit dan lincah, serta berpikir cepat.
    Seorang stalker identik dengan aktifitas mengintai. Tidak perlu penyamaran yang khusus, hanya menjadi diri sendiri. Namun, yang terpenting adalah berpikiran cepat dan tangkas. Stalker tidak tau sasaran akan berbuat apa, sehingga dalam waktu yang singkat stalker harus memikirkan tindakan apa yang akan diambil saat mengintai. Bisa saja, kehilangan jejak atau sasaran tau sedang diintai, saat itu janganlah berhenti. Teruslah mengintai, jangan lengah. Maka dari itu stalker haruslah gesit dan lincah.
    3.       Mampu mengumpulkan informasi yang maksimal dari data yang minim.
    Klien selalu menginginkan informasi yang sebanyak- banyaknya. Tapi kadangkala kita hanya mendapatkan sejumput data. Nah, kita harus pandai menggali sedalam- dalamnya informasi dari data yang sedikit itu. Dengan mencari informasi dari data lain dan mengkoneksikannya dengan logis. Stalker juga bisa membuat kemungkinan- kemungkinan dengan data real yang mini namun mendukung. Stalker juga harus bisa menghimpun data dari sumber- sumber yang tidak terduga. Jika data penting itu ada di kandang buaya, ia juga harus berani mengambilnya. Namun, tetap berhati- hatilah.
    4.       Berpikir logis dan selalu ingin tahu atau penasaran.
    Stalker manapun pasti memiliki perasaan penasaran hingga ia menyelidikinya. Dari keganjilan- keganjilan, seorang stalker harus menerjemahkannya menjadi kenyataan yang logis. Jika stalker telah mendapatkan data tapi ia tidak dapat menguaknya secara logis dan tidak memiliki rasa ingin tahu, maka data yang ia dapat hanya menjadi adonan roti yang mempat dan tidak mengembang. Dan rasa penasaran itu akan membawa seorang stalker ke lautan informasi.
    5.       Dapat menjaga rahasia pihak manapun.
    Stalker yang baik akan menjaga informasi dari klien maupun sasarannya. Harus dapat membedakan mana data privasi dan mana konsumsi publik. Oleh karena itu, stlaker harus memiliki perasaan dan iman yang kuat sebab ia menjaga rahasia milik orang lain. Diibaratkan stalker adalah seorang agen FBI yang memegang kartu As negaranya.
    6.       Tidak mendendam ataupun memiliki perasaan benci.
    Kadang informasi itu menyakiti hati seorang stalker atau klien merasa tidak puas atas hasil kerja stalker dan tidak mempercayainya. Tidak baik seorang stalker mendendam atau benci oleh hal demikian. Stalker haruslah berbesar hati. Ia harus memahami karakter tiap kliennya dan memperlakukan klien serta sasaran dengan baik. Pahamilah perasaan seorang klien seolah- olah stalker adalah kliennya.
    7.       Mengesampingkan faktor- faktor pribadi.
    Bagaimana jika suatu ketika klien meminta untuk menyelidiki sasaran yang ternyata memilki ikatan perasaan atau pernah menjalin adanya ikatan dengan stalker. Tetaplah menyelidiki dan kesampingkan semua perasaan pribadi, itu akan menganggu penyelidikan dan membawa stalker semakin jauh dari kebenaran. Dalam kasus ini stalker tidak menjadi objek ayaupun subjek, ia adalah pihak lain.
    8.       Jangan menjadi Picky Stalker tapi jadilah stalker sedia setiap saat.
    Pilih- pilih adalah kesalahan yang lain. Jangan karena suatu hal, seorang stalker enggan menyelidiki. Tapi seorang stalker harus sudah menyelidiki bahkan sebelum adanya
    9.       Jangan berbohong.
    10.   Keberhasilan adalah suatu pencapaian sedangkan kegagalan itu tidak ada.

    Ada orang lain yang berkata: Saya sudah berani kawin kalau saya sudaj mempunyai meja satu, kursi empat –yaitu meja makan, lantas satu zitje (tempat duduk untuk bersantai, dalam bahasa Belanda) –lantas satu temapt tidur.

    Ada orang yang lebih berani lagi dari itu, yaitu saudara- saudara Merhaen! Kalau dia sudah mempunyai gubug saja dengan satu tikar, dengan satu periuk: dia kawin. Marhaen dengan satu tikar, satu gubug: kawin. Sang klerk (jurutulis dalam bahasa Belanda) dengan satu meja, empat kursi, satu zitje, satu tempat tidur: kawin.

    Sang Ndoro (atau Bandoro, berarti majikan atau tuan, dalam bahasa Jawa) yang mempunyai rumah gedung, electrische-kooklpaat (alat masak listrik dalam bahasa Belanda), tempat tidur, uang bertimbun- timbun: kawin. Belum tentu mana yang lebih gelukkig (bahagia, dalam bahsa Belanda), belum tentu mana yang lebih bahagia, sang Ndoro dengan tempat tidurnya ynag mentul- mentul, atau Sarinem dan Samiun yang hanya mempunyai satu tikar dan satu periuk, Saudara- saudara!

    Tekad hatinya yang perlu, tekad hatinya Samiun kawin dengan satu tikar dan satu periuk, dan hati sang Ndoro yangbaru berani kawin kalau sudah mempunyai gerozilver (peralatan makan dari perak, dalam bahasa Belanda) satu kaset plus kinderuitzet buat tiga tahun lamanya! Saudara- saudara soalnya adalah demikian: Kita ini berani merdeka atau tidak? Inilah, Saudara- saudara sekalian, Paduka Tuan Ketua yang mulia, ukuran saya yang terlebih dulu saya kemukakan sebelum saya bicarakan hal- hal yang mengenai dasarnya satu negara yang merdeka. Saya mendengar uraian Paduka Tuan Soetardjo beberapa hari yang lalu, tatkla menjawab apakah yang dinamakan merdeka, beliau mengatakan: Kalau tiap- tiap orang di dalam hatinya telah merdeka, itulah kemerdekaan. Saudara- saudara, jika tiap- tiap orang Indonesia yang 70 milyun ini lebih dulu harus merdeka di dalam hatinya, sebelum kita dapat mencapai political independence... saya ulangi lagi, sampai lebur kiamat kita belum dapat Indonesia Merdeka!

    Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita memerdekakan rakyat kita! Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita memerdekakan hatinya bangsa kita! Di dalam Saudi Arabia Merdeka, Ibn Saud memerdekakan rakyat Arabia satu per satu. Di dalam Sovyet-Rusia Merdeka, Stalin memerdekakan hati bangsa Sovyet-Rusia satu per satu. Saudara- saudara! Sebagai juga salah seorang pembicara berkata, kita bangsa Indonesia tidak sehat badan, banyak penyakit malaria, banyak disentri, banyak penyakit hongerudeem (penyakit busung lapar, dalam bahasa Belanda), banyak ini banyak itu. “Sehatkan dulu bangsa kita, baru kemudian m e r d e k a .”

    Saya berkata, kalau ini pun harus diselesaikan labih dulu, 20 tahun lagi kita belum merdeka. Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita menyatukan rakyat kita, walaupun misalnya tidak dengan kinine, tapi kita kerahkan segenap masyarakat kita untuk menghilangkan penyakit malaria dengan menanam ketepeng kerbau. Di dalam Indonesia Merdeka kita melatih pemuda kita supaya menjadi kuat, di dalam Indonesia kiat menyehatkan rakyat sebaik- baiknya. Inilah maksud saya dengan perkataan “jembatan”. Di seberang jembatan –jembatan emas –inilah baru kita leluasa menyususn masyarakat Indonesia Merdeka yang gagah, kuat, sehat, kekal, dan abadi.

    Tuan- tuan sekalian! Kita sekarang menghadapi satu saat yang maha penting. Tidaklah kita mengetahui, sebagaimana telah diutarakan oleh berpuluh- puluh pembicara, bahwa sebenarnya international recht –hukum internasional –menggampangkan pekerjaan kita? Untuk menyusun, mengadakan, mengakui satu negara yang merdeka, tidak diadakan syarat yang neko- neko, yang jelimet. Tidak! Syaratnya sekedar bumi, rakyat, pemerintah yang teguh! Ini sudah cukup untuk internationa recht. Cukup, Saudara- saudara. Asal ada buminya, ada rakyatnya, ada pemerintahnya, kemudian diakui oleh salah satu negara lain yang merdeka, itulah yang sudah bernama: Merdeka. Tidak peduli rakyat dapat baca atau tidak, tidak peduli rakyat hebat ekonominya ata tidak, tidak peduli rakyat bodoh atau pintar, asal menurut hukum internasional mempunyai syarat- syarat suatu negara merdeka, yaitu ada rakyatnya, ada buminya dan ada pemerintahannya –sudahlah ia merdeka. Janganlah kita gentar, zwaarwichtig, lantas mau menyelesaikan lebih dulu 1001 soal yang bukan- bukan! Sekali lagi saya bertanya: Mau merdeka apa tidak? Mau merdeka apa tidak? (Jawaban hadirin: Mau!)


    Saudara- saudara, kenapa kita sebagai pemimpin rakyat, yang mengetahui sejarah, menjadi zwaarwichtig, menjadi gentar, padahal semboyan Indonesia Merdeka bukan sekarang saja kita siarkan? Berpuluh- puluh tahun yang lalu, kita telah menyiarkan semboyan Indonesia Merdeka, bahkan sejak tahun 1932 dengan nyata- nyata kita mempunyai semboyan “INDONESIA MERDEKA SEKARANG”. Bahkan tiga kali sekarang, yaitu Indonesia Merdeka sekarang, sekarang, sekarang!

    Dan sekarang kita menghadapi kesempatan untuk menyususn Indonesia Merdeka, kok lantas kita zwaarwichtig dan gentar hati! Saudara- saudara, saya peringatkan seklai lagi, Indonesia Merdeka, political independence, politieke onafhankelijkheid, tidak lain dan tidak bukan ialah satu jembatan! Jangan gentar!

    Jikalau umpamanya kita pada saat sekarang ini diberikan kesempatan oleh Dai Nippon (Kekaisaran Jepang Raya) untuk merdeka, maka dengan mudah Gunseik-kan (Kepala Pemerintahan Militer Tentara Pendudukan Jepang) di ganti dengan orang yang bernama Tjondro Amsomro, atau Soomubutyoo (Kepala Departemen Urusan Umum) diganti dengan orang yang bernama Abdul Halim. Jikalau umpamanya Butyoo- Butyoo (Kepala Departemen) diganti dengan orang- orang Indonesia, pada sekarang ini, sebenarnya kita telah mendapat political independence, politieke onafhankelijkheid –in one night, di dalam satu malam!

    Saudara- saudara, pemuda- pemuda yang dua milyun, semuanya bersemboyan: Indonesia Merdeka, sekarang! Jikalau umpamanya Balatentara Dai Nippon, sekarang menyerahkan urusan negara kepada Saudara- saudara, apakah Saudara- saudara akan menolak, serta berkata: mangke rumiyin –tunggu dulu –minta ini dan itu selesai dulu, batu kita berani menerima urusan negara Indonesia Merdeka?

    Saudara- saudara, kalau umpamanya pada saat sekarang ini Balatentara Dai Nippon menyerahkan urusan negara kepada kita, maka satu menit pun kita tidak akan menolak, sekarang pun kita menerima urusan itu, sekarang pun kita mulai dengan negara Indonesia yang merdeka!

    Saudara- saudara tadi saya berkata, adanya perbedaan antara Sovyet Rusia, Saudi Arabia, Iggris, Amerika dan lain- lain, tentang isinya. Tetapi ada satu yang sama, yaitu rakyat Saudi Arabia sanggup mempertahankan negaranya. Munsyik- munsyik di Rusia sanggup mempertahankan negaranya. Rakyat Amerika sanggup mempertahankan negaranya. Rakyat Inggris sanggup mempertahankan negaranya. Inilah yang menjadi minimum-eis (tuntunan minimum dalam bahasa Belanda). Artinya, kalau ada kecakapan yang lain, tentu lebih baik, tetapi manakala sesuatu bangsa telah sanggup mempertahankan negerinya dengan darahnya sendiri, dengan dagingnya sendiri, pada saat itu bangsa itu telah masak untuk kemerdekaan. Kalau bangsa kita, Indonesia, walaupun dengan bambu runcing. Saudadar- saudara, semua siap sedia mati, mempertahankan tanah air kita Indonesia, pada saat itu bangsa Indonesia adalah siap sedia, masak untuk Merdeka!

    Cobalah pikirkan hal ini dengan memperbandingkannya dengan manusia.

    Manuisa pun demikian, Saudara- saudara! Ibaratnya, kemerdekaan saya bandingkan dengan perkawinan. Ada yang berani kawin, lekas berani kawin, ada yang takut kawin. Ada yang berkata: Ah, saya belum berani kawin, tunggu dulu gaji 500 gulden. Kalau saya sudah mempunyai rumah gedung, sudah ada permadani, sudah ada lampu listrik, sudah mempunyai tempat tidur yang mental- mentul, sudah mempunyai meja kursi yang selengkap- lengkapnya, sudah mempunyai sendok garpu satu kaset, sudah mempunyai ini dan itu, bahkan sudah mempunyai kinder-uitzet (pakaian untuk anak- anak dalam bahasa Belanda), barulah saya berani kawin.


    Paduka Tuan Ketua Yang Mulia! Sesudah tiga hari berturut-turut Dokuritsu Junbi Cosakai mengeluarkan pendapat- pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka Tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pendapat saya. Saya akan menetapi permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia. Apakah permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia? Paduka Tuan Ketua yang mulia minta kepada sidang Dokuritsu Junbi Cosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nanti akan saya kemukakan di dalam pidato saya ini.

    Maaf beribu maaf! Banyak anggota telah berpidato, dan di dalam pidato mereka itu diutarakan hal- hal yang sebenarnya bukan permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia, yaitu bukan dasarnya Indonesia Merdeka. Menurut anggapan saya, yang dimintai oleh Paduka Tuan Ketua yang -mulia ialah dalam bahasa Belanda –Philosofische grondslag (dasar filosofi) dari Indonesia Merdeka. Philosofische grondslag itulah fondamen, filsafat, pikiran yang sedalam- dalamnya, jiwa, hasrat yang sedalam- dalamnya untuk diatasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka ynag kekal dan abadi. Hal ini nanti akan saya membicarakan, memberitahukan kepada Tuan- Tuan sekalian, apakah yang saya artikan dengan perkatakan “merdeka” “merdeka” buat saya adalah political independence, politieke onafhankelijkheid (kemerdekaan politik dalam bahasa Inggris dan Belanda). Apakah yang dinamakan politieke onafhankelijkheid? Tuan- tuan sekalian! Dengan terus terang saja saya berkata: Tatkala Dokuritsu Junbi Cosakai akan bersidang, maka saya, di dalam hati saya banyak khawatir, kalau- kalau banyak anggota yang –saya katakan di dalam bahasa asing, maafkan perkataan ini –zwaarwichtig (seolah- olah amat berat, dalam bahasa Belanda) akan perkara- perkara kecil. Zwaarwichtig sampai , –kata orang Jawa jelimet. Jikalau sudah membicarakan hal yang kecil- kecil sampai jelimet barulah mereka berani menyatakan kemerdekaan. Tuan- tuan yang terhormat! Lihatlah di dalam sejarah dunia, lihatlah kepada perjalanan dunia itu. Banyak sekali negara- negara yang merdeka, tapi bandingkanlah kemerdekaan negara- negara itu satu sama lain! Samakah isinya, samakah derajatnya negara- negar yang merdeka itu? Jermania merdeka, Saudi Arabia merdeka, Iran merdeka, Tiongkok merdeka, Nippon merdeka, Amerika merdeka, Inggris merdeka, Rusia merdeka, Mesir merdeka. Namanya semua merdeka, tapi bandingkanlah isinya!

    Alangkah bedanya isi itu! Jikalau kita berkata: Sebelum negara merdeka, maka harus lebih dahulu ini selesai, itu selesai sampai jelimet, maka saya bertanya kepada Tuan- Tuan sekalian kenapa Saudi Arabia merdeka, padahal 80 persen dari rakyatnya terdiri dari kaum Badui, yang sama sekali tidak mengerti akan hal ini atau itu.

    Bacalah buku Armstrong yang menceritakan tentang Ibn Saud! Di situ ternyata, bahwa tatkala Ibn Saud mendirikan pemerintahan Saudi Arabia, rakyat Arabia sebagian besar belum mengetahui bahwa otomobil perlu minum bensin. Pada suatu hari otomobil Ibn Saud dikasih makan gandum oleh orang- orang Badui di Saudi Arabia itu! Toh Saudi Arabia merdeka! Lihatlah pula –jikalau Tuan- Tuan kehendaki contoh yang lebih hebat –Sovyet Rusia! Pada masa Lenin mendirikan negara Sovyet, adakah rakyat Sovyet sudah cerdas? Seratus lima puluh milyun rakyat Rusia adalah rakyat Munsyik (golongan yang percaya adanya Tuhan, tapi tidak menganut suatu agama) yang lebih dari 80 persen tidak dapat membaca dan menulis, bahkan dari buku- buku yang terkenal dari Leo Tolstoi dan Fulop Miller, Tuan- Tuan mengetahui betapa keadaan rakyat Sovyet Rusia pada waktu Lenin mendirikan negara Sovyet itu. Dan kita sekarang disini mau mendirikan negara Sovyet itu. Dan kita sekarang disini mau mendirikan negara Indonesia merdeka. Terlalu banyak macam- macam kita kemukakan!

    Maaf, Paduka Tuan Zimukyokutyoo (Kepala Kantor Tata Usaha untuk Lembaga Tinggi, dalam bahasa Jepang, yang berada di bawah pemerintah militer Jepang untuk mengurus persiapan sidang- sidang BPUPKI)! Berdirilah saya punya bulu, kalau saya membaca Tuan punya surat, yang minta kepada kita supaya dirancangkan sampai jelimet hal ini dan itu dahulunya semuanya! Kalau benar semua hal ini harus diselesaikan lebih dulu, sampai jelimet, maka saya tidak akan mengalami Indonesia Merdeka, Tuan tidak akan mengalami Indonesia Merdeka, kita semuanya tidak akan mengalami Indonesia Merdeka...sampai di lubang kubur!

    Saudara- saudara! Apakah yang dinamakan merdeka? Di dalam tahun 1933 saya telah menulis satu risalah. Risalah yang bernama Mencapai Indonesia Merdeka. Maka di dalam risalah tahun 1933 itu, telah saya katakan, bahwa kemerdekaan, politieke onafkelijkheid, political independence, tak lain dan tak bukan, ialah satu jembatan emas. Saya katakan di dalam kitab itu, bahwa bahwa di sebrangnya jembatan itulah kita sempurnakan kita punya masyarakat.

    Ibn Saud mengadakan satu negara di dalam satu malam –in one night only – kata Armstrong di dalam kitabnya. Ibn Saud mendirikan Saudi Arabia Merdeka di satu malam sesudah ia masuk kota Riyadh dengan enam orang! Sesudah “jembatan” itu diletakan Ibn Saud, maka di seberang jembatan –artinya kemudian daripada itu –Ibn Saud barulah memperbaiki masyarakat Saudi Arabia. Orang yang tidak dapat membaca diwajibkan belajar membaca, orang yang tadinya bergelandangan sebagi nomade, yaitu orang Badui, diberi pelajaran oleh Ibn Saud jangan bergelandangan, dikasih tempat untuk bercocok tanam. Nomade diubah lagi oleh Ibn Saud menjadi kaum tani –semuanya di seberang jembatan.

    Adakah Lenin ketika dia mendirikan negara Sovyet Rusia Merdeka telah mempunyai Dneprprostoff, dam yang maha besar di sungai Dnepr? Apa ia telah mempunyai kereta- kereta api cukup, untuk meliputi seluruh negara Rusia? Apakah tiap- tiap orang Rusia pada waktu Lenin mendirikan Sovyet-Rusia Merdeka telah dapat membaca dan menulis? Tidak, Tuan- tuan yang terhormat! Di seberang jembatan emas yang diadakan oleh Lenin itulah, Lanin baru mengadakan radio station, baru mengadakan sekolahan, baru mengadakan creche (tempat penitipan bayi dan anak- anak pada waktu orang tua bekerja), baru mengadakan Dneprprostoff! Maka oleh karena itu saya minta kepada Tuan- tuan sekalian, janganlah Tuan- tuan gentar di dalam hati, janganlah mengingat bahwa ini dan itu lebih dulu harus selesai dengan jelimet, dan kalau sudah selesai, baru kita dapat merdeka. Alangkah berlainannya Tuan- tuan punya semangat –jikalau Tuan- tuan demikian –dengan semangat pemuda- pemuda kita yang dua milyun banyaknya. Dua milyun ini menyampaikan seruan kepada saya, dua milyun pemuda ini semua berhasrat Indonesia Merdeka Sekarang!



    Pyongyang, Jasad pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jongil tidak akan dikubur atau pun di kremasi, melainkan dibalsem. Menurut Daily NK, sebuah surat kabar elektronik yang khusus membahas isu Korut, pembalseman jasad Kim Jongil akan dilakukan Institut Penelitian Ilmiah bagi Struktur Biologi yang ada di Moskow, Rusia. Hal ini mengingat jasad ayah im Jongil, Kim Ilsung yang dijuluki ‘Presiden Abadi’ diawetkan oleh ahli pembalseman dari Rusia.

    Pembalseman Kim Ilsung yang meninggal tahun 1994 lalu karena serangan jantung memakan biaya yang tidak sedikit. Proses awal pengawetan jasad Kim Ilsung menghabiskan dana sebesar US$ 1 juta atau saat ini setara dengan Rp. 9,1 miliar. Biaya tersebut masih ditambah biaya perawatan tahunan sebesar US$ 800 ribu atau setara dengan Rp. 7,3 miliar.

    Pembalseman jasad orang nomor satu di Korea Utara ini dinilai menjadi bukti bahwa pemimpin Korut selama 17 tahun tersebut merupakan ‘lambang negara’. Terlebih, Kim Jongil dianggap ‘setengah dewa’ di mata rakyat Korut, dan seringkali ia diagung- agungkan karena prestasinya yang luar biasa.





    Tanggal 22 Desember, di Indonesia kita bersama- sama merayakan peringatan Hari Ibu. Sejarah Hari Ibu diawali dari bertemunya para pejuang wanita dengan mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta, di Gedung Dalem Jayadipura yang sekarang berfungsi sebagai kantor Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional di Jalan Brigjen Katamso. Kongres dihadiri sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera. Hasil kongres tersebut salah satunya adalah membentuk Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani). Organisasi perempuan sendiri sudah ada sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19 seperti Martha Cristina Tiahahu, Cut Nyak Dhien, Tjoet Nyak Meutia, RA Kartini, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, dan lain- lain.

    Kongres Perempuan itu bukan sekedar berkumpulnya ibu- ibu, kemudian arisan, atau saling pamer pakaian, tas, berlian, dan perhiasan seperti yang dilakukan para sosialita negeri ini sekarang. Peristiwa itu dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Tokoh- tokoh perempuan se-Nusantara berkongres untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib kaumnya. Kita paham benar sejarah negeri ini tidak bisa dilepaskan dari pergerakan kaum perempuan. Tjuk Nyak Dien, Christina Martha Tiahahu, Kartini, Dewi Sartika, Maria Walnda Maramis, SK Trimurti, Rasuna Said, dan sebagainya. Mereka turut serta mewarnai negeri ini. Kalau kemudian tanggal 22 Desember ditetapkan sebagai Hari Ibu diputuskan dalam Kongres Perempuan Indonesia III pada tahun 1938. Presiden Soekarnao menetapkan melalui Dekrit Presiden No 316 tahun 1956 bahwa tanggal 22 Desember adalah Hari Ibu dan dirayakan secara nasional hingga kini.

    Dengan demikian kita menjadi paham, bahwa Hari Ibu bukan sekedar seperti Mother’s Day di Amerika Serikat. Tak sekadar memperingati Hari Ibu, kemudian membebaskan tugas kerumahtanggan para ibu pada hari itu. Hari Ibu itu hari hari pergerakan perempuan , yang seharusnya makin menegaskan adanya kesetaraan gender antara perempuan dan laki- laki. Padas peringatan Hari Ibu ini, para ibu juga mesti menyadari, bahwa tugas mereka amatlah berat. Tak sekadar tugas dirumah, tetapi juga dalam membawa kehidupan bangsa ini ke depan. Anak- anak, masa depan mereka dibangun oleh pondasi yang dibuat oleh ibu. Maka, bahasa anak yang dipakai pertama kalai disebut bahasa ibu, karena ibulah yang pertama kali mengajar anak- anaknya. Sementara para lelaki, juga semestinya memahami posisi para perempuan. Tak perlu menganggap mereka pesaing, tak perlu merasa direndahkan damn tak perlu harus meninggikan. Kesataraan itu yang harus dipahami. Masih banyak para ibu atau para perempuan yang belum mendapatkan haknya, itu yang harus diperjuangkan.

    PARAGRAF INDUKTIF, GENERALISASI, ANALOGI, SEBAB AKIBAT, AKIBAT SEBAB & SEBAB AKIBAT 1 AKIBAT 2

    Membaca Paragraf Induktif            
    Setelah karangan anak-anak kelas 3 diperiksa, ternyata Ali, Toto, Alex, dan Burhan mendapat nilai 8. Anak-anak yang lain mendapat 7. Hanya Maman yang 6, dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Boleh dikatakan, anak kelas 3 cukup pandai mengarang.                                                                                                           
                                                                       A.S. Broto (ed.)
    Pengertian :
    Paragraf induktif >> Paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus  di atas.

    Ciri-ciri Paragraf Induktif
    - Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
    - Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
    - Kesimpulan terdapat di akhir paragraf



    Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
    - Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf
    - Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
    - Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
    - Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama

    Jenis Paragraf Induktif
    - Generalisasi
    - Analogi
    - Klasifikasi
    - Perbandingan
    - Sebab akibat
       1. Sebab akibat
       2. Akibat sebab
       3. Sebab akibat 1 akibat 2

      Membaca Paragraf Generalisasi      
    Setelah karangan anak-anak kelas 3 diperiksa, ternyata Ali, toto, Alex, dan Burhan mendapat nilai 8. Anak-anak yang lain mendapat 7. Hanya Maman yang 6, dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Boleh dikatakan, anak kelas 3 cukup pandai mengarang.
                                                                                                      
                                                      A.S. Broto (ed.)



       General = umum
             Generalisasi >> Penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili.

    Membaca Paragraf Analogi
    Sifat manusia ibarat padi yang terhampar di sawah yang luas. Ketika manusia itu meraih kepandaian, kebesaran, dan kekayaan, sifatnya akan menjadi rendah hati dan dermawan. Begitu pula dengan padi yang semakin berisi, ia akan semakin merunduk. Apabila padi itu kosong, ia akan berdiri tegak.

    Lanjutan Contoh Paragraf Analogi
    Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.
     
    Analogi >>Penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, Anda dapat menarik kesimpulan.


    Membaca Paragraf Sebab Akibat
    Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.


    Paragraf hubungan sebab akibat >> Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.


    Contoh Paragraf Sebab akibat :
    Hasil panen para petani di Desa Cikaret hampir setiap musim tidak memuaskan. Banyak tanaman yang mati sebelum berbuah karena diserang hama. Banyak pula tanaman yang tidak berhasil tumbuh dengan baik.

    Paragraf hubungan akibat sebab >>Paragraf yang dimulai dengan fakta khusus yang menjadi akibat, kemudian fakta itu dianalisis untuk diambil kesimpulan.


     Contoh Paragraf akibat Sebab :
    Bukan itu saja, pengairan pun tidak berjalan dengan lancar dan penataan letak tanaman tidak sesuai dengan aturannya. Semua itu merupakan akibat dari kurangnya pengetahuan para petani dalam pengolahan pertanian.

    Pengertian Paragraf Sebab Akibat 1 Akibat 2 
    Dalam paragraf hubungan sebab akibat 1 akibat 2, suatu penyebab dapat menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab yang menimbulkan akibat kedua. Demikian seterusnya hingga timbul beberapa akibat.

    Contoh Paragraf Sebab Akibat 1 Akibat 2 :
    Pasokan beras di pasar tradisional pun semakin lama semakin menipis sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan beras. Hal ini mendorong pemerintah untuk melakukan impor beras dari negara tetangga dengan harapan masyarakat dapat terpenuhi kebutuhan pangannya selama menunggu hasil panen berikutnya
    rss
    rss


    Copyright © 2010 kid.asya.riu All rights reserved.Powered by Blogger.