|
Post Title
Category
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s,when an unknown printer...

|
 Ada orang lain yang berkata: Saya sudah berani kawin kalau saya sudaj mempunyai meja satu, kursi empat –yaitu meja makan, lantas satu zitje (tempat duduk untuk bersantai, dalam bahasa Belanda) –lantas satu temapt tidur. Ada orang yang lebih berani lagi dari itu, yaitu saudara- saudara Merhaen! Kalau dia sudah mempunyai gubug saja dengan satu tikar, dengan satu periuk: dia kawin. Marhaen dengan satu tikar, satu gubug: kawin. Sang klerk (jurutulis dalam bahasa Belanda) dengan satu meja, empat kursi, satu zitje, satu tempat tidur: kawin. Sang Ndoro (atau Bandoro, berarti majikan atau tuan, dalam bahasa Jawa) yang mempunyai rumah gedung, electrische-kooklpaat (alat masak listrik dalam bahasa Belanda), tempat tidur, uang bertimbun- timbun: kawin. Belum tentu mana yang lebih gelukkig (bahagia, dalam bahsa Belanda), belum tentu mana yang lebih bahagia, sang Ndoro dengan tempat tidurnya ynag mentul- mentul, atau Sarinem dan Samiun yang hanya mempunyai satu tikar dan satu periuk, Saudara- saudara! Tekad hatinya yang perlu, tekad hatinya Samiun kawin dengan satu tikar dan satu periuk, dan hati sang Ndoro yangbaru berani kawin kalau sudah mempunyai gerozilver (peralatan makan dari perak, dalam bahasa Belanda) satu kaset plus kinderuitzet buat tiga tahun lamanya! Saudara- saudara soalnya adalah demikian: Kita ini berani merdeka atau tidak? Inilah, Saudara- saudara sekalian, Paduka Tuan Ketua yang mulia, ukuran saya yang terlebih dulu saya kemukakan sebelum saya bicarakan hal- hal yang mengenai dasarnya satu negara yang merdeka. Saya mendengar uraian Paduka Tuan Soetardjo beberapa hari yang lalu, tatkla menjawab apakah yang dinamakan merdeka, beliau mengatakan: Kalau tiap- tiap orang di dalam hatinya telah merdeka, itulah kemerdekaan. Saudara- saudara, jika tiap- tiap orang Indonesia yang 70 milyun ini lebih dulu harus merdeka di dalam hatinya, sebelum kita dapat mencapai political independence... saya ulangi lagi, sampai lebur kiamat kita belum dapat Indonesia Merdeka! Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita memerdekakan rakyat kita! Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita memerdekakan hatinya bangsa kita! Di dalam Saudi Arabia Merdeka, Ibn Saud memerdekakan rakyat Arabia satu per satu. Di dalam Sovyet-Rusia Merdeka, Stalin memerdekakan hati bangsa Sovyet-Rusia satu per satu. Saudara- saudara! Sebagai juga salah seorang pembicara berkata, kita bangsa Indonesia tidak sehat badan, banyak penyakit malaria, banyak disentri, banyak penyakit hongerudeem (penyakit busung lapar, dalam bahasa Belanda), banyak ini banyak itu. “Sehatkan dulu bangsa kita, baru kemudian m e r d e k a .” Saya berkata, kalau ini pun harus diselesaikan labih dulu, 20 tahun lagi kita belum merdeka. Di dalam Indonesia Merdeka itulah kita menyatukan rakyat kita, walaupun misalnya tidak dengan kinine, tapi kita kerahkan segenap masyarakat kita untuk menghilangkan penyakit malaria dengan menanam ketepeng kerbau. Di dalam Indonesia Merdeka kita melatih pemuda kita supaya menjadi kuat, di dalam Indonesia kiat menyehatkan rakyat sebaik- baiknya. Inilah maksud saya dengan perkataan “jembatan”. Di seberang jembatan –jembatan emas –inilah baru kita leluasa menyususn masyarakat Indonesia Merdeka yang gagah, kuat, sehat, kekal, dan abadi. Tuan- tuan sekalian! Kita sekarang menghadapi satu saat yang maha penting. Tidaklah kita mengetahui, sebagaimana telah diutarakan oleh berpuluh- puluh pembicara, bahwa sebenarnya international recht –hukum internasional –menggampangkan pekerjaan kita? Untuk menyusun, mengadakan, mengakui satu negara yang merdeka, tidak diadakan syarat yang neko- neko, yang jelimet. Tidak! Syaratnya sekedar bumi, rakyat, pemerintah yang teguh! Ini sudah cukup untuk internationa recht. Cukup, Saudara- saudara. Asal ada buminya, ada rakyatnya, ada pemerintahnya, kemudian diakui oleh salah satu negara lain yang merdeka, itulah yang sudah bernama: Merdeka. Tidak peduli rakyat dapat baca atau tidak, tidak peduli rakyat hebat ekonominya ata tidak, tidak peduli rakyat bodoh atau pintar, asal menurut hukum internasional mempunyai syarat- syarat suatu negara merdeka, yaitu ada rakyatnya, ada buminya dan ada pemerintahannya –sudahlah ia merdeka. Janganlah kita gentar, zwaarwichtig, lantas mau menyelesaikan lebih dulu 1001 soal yang bukan- bukan! Sekali lagi saya bertanya: Mau merdeka apa tidak? Mau merdeka apa tidak? (Jawaban hadirin: Mau!)
 Saudara- saudara, kenapa kita sebagai pemimpin rakyat, yang mengetahui sejarah, menjadi zwaarwichtig, menjadi gentar, padahal semboyan Indonesia Merdeka bukan sekarang saja kita siarkan? Berpuluh- puluh tahun yang lalu, kita telah menyiarkan semboyan Indonesia Merdeka, bahkan sejak tahun 1932 dengan nyata- nyata kita mempunyai semboyan “INDONESIA MERDEKA SEKARANG”. Bahkan tiga kali sekarang, yaitu Indonesia Merdeka sekarang, sekarang, sekarang! Dan sekarang kita menghadapi kesempatan untuk menyususn Indonesia Merdeka, kok lantas kita zwaarwichtig dan gentar hati! Saudara- saudara, saya peringatkan seklai lagi, Indonesia Merdeka, political independence, politieke onafhankelijkheid, tidak lain dan tidak bukan ialah satu jembatan! Jangan gentar! Jikalau umpamanya kita pada saat sekarang ini diberikan kesempatan oleh Dai Nippon (Kekaisaran Jepang Raya) untuk merdeka, maka dengan mudah Gunseik-kan (Kepala Pemerintahan Militer Tentara Pendudukan Jepang) di ganti dengan orang yang bernama Tjondro Amsomro, atau Soomubutyoo (Kepala Departemen Urusan Umum) diganti dengan orang yang bernama Abdul Halim. Jikalau umpamanya Butyoo- Butyoo (Kepala Departemen) diganti dengan orang- orang Indonesia, pada sekarang ini, sebenarnya kita telah mendapat political independence, politieke onafhankelijkheid –in one night, di dalam satu malam! Saudara- saudara, pemuda- pemuda yang dua milyun, semuanya bersemboyan: Indonesia Merdeka, sekarang! Jikalau umpamanya Balatentara Dai Nippon, sekarang menyerahkan urusan negara kepada Saudara- saudara, apakah Saudara- saudara akan menolak, serta berkata: mangke rumiyin –tunggu dulu –minta ini dan itu selesai dulu, batu kita berani menerima urusan negara Indonesia Merdeka? Saudara- saudara, kalau umpamanya pada saat sekarang ini Balatentara Dai Nippon menyerahkan urusan negara kepada kita, maka satu menit pun kita tidak akan menolak, sekarang pun kita menerima urusan itu, sekarang pun kita mulai dengan negara Indonesia yang merdeka! Saudara- saudara tadi saya berkata, adanya perbedaan antara Sovyet Rusia, Saudi Arabia, Iggris, Amerika dan lain- lain, tentang isinya. Tetapi ada satu yang sama, yaitu rakyat Saudi Arabia sanggup mempertahankan negaranya. Munsyik- munsyik di Rusia sanggup mempertahankan negaranya. Rakyat Amerika sanggup mempertahankan negaranya. Rakyat Inggris sanggup mempertahankan negaranya. Inilah yang menjadi minimum-eis (tuntunan minimum dalam bahasa Belanda). Artinya, kalau ada kecakapan yang lain, tentu lebih baik, tetapi manakala sesuatu bangsa telah sanggup mempertahankan negerinya dengan darahnya sendiri, dengan dagingnya sendiri, pada saat itu bangsa itu telah masak untuk kemerdekaan. Kalau bangsa kita, Indonesia, walaupun dengan bambu runcing. Saudadar- saudara, semua siap sedia mati, mempertahankan tanah air kita Indonesia, pada saat itu bangsa Indonesia adalah siap sedia, masak untuk Merdeka! Cobalah pikirkan hal ini dengan memperbandingkannya dengan manusia. Manuisa pun demikian, Saudara- saudara! Ibaratnya, kemerdekaan saya bandingkan dengan perkawinan. Ada yang berani kawin, lekas berani kawin, ada yang takut kawin. Ada yang berkata: Ah, saya belum berani kawin, tunggu dulu gaji 500 gulden. Kalau saya sudah mempunyai rumah gedung, sudah ada permadani, sudah ada lampu listrik, sudah mempunyai tempat tidur yang mental- mentul, sudah mempunyai meja kursi yang selengkap- lengkapnya, sudah mempunyai sendok garpu satu kaset, sudah mempunyai ini dan itu, bahkan sudah mempunyai kinder-uitzet (pakaian untuk anak- anak dalam bahasa Belanda), barulah saya berani kawin.
 Paduka Tuan Ketua Yang Mulia! Sesudah tiga hari berturut-turut Dokuritsu Junbi Cosakai mengeluarkan pendapat- pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka Tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pendapat saya. Saya akan menetapi permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia. Apakah permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia? Paduka Tuan Ketua yang mulia minta kepada sidang Dokuritsu Junbi Cosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nanti akan saya kemukakan di dalam pidato saya ini. Maaf beribu maaf! Banyak anggota telah berpidato, dan di dalam pidato mereka itu diutarakan hal- hal yang sebenarnya bukan permintaan Paduka Tuan Ketua yang mulia, yaitu bukan dasarnya Indonesia Merdeka. Menurut anggapan saya, yang dimintai oleh Paduka Tuan Ketua yang -mulia ialah dalam bahasa Belanda –Philosofische grondslag (dasar filosofi) dari Indonesia Merdeka. Philosofische grondslag itulah fondamen, filsafat, pikiran yang sedalam- dalamnya, jiwa, hasrat yang sedalam- dalamnya untuk diatasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka ynag kekal dan abadi. Hal ini nanti akan saya membicarakan, memberitahukan kepada Tuan- Tuan sekalian, apakah yang saya artikan dengan perkatakan “merdeka” “merdeka” buat saya adalah political independence, politieke onafhankelijkheid (kemerdekaan politik dalam bahasa Inggris dan Belanda). Apakah yang dinamakan politieke onafhankelijkheid? Tuan- tuan sekalian! Dengan terus terang saja saya berkata: Tatkala Dokuritsu Junbi Cosakai akan bersidang, maka saya, di dalam hati saya banyak khawatir, kalau- kalau banyak anggota yang –saya katakan di dalam bahasa asing, maafkan perkataan ini –zwaarwichtig (seolah- olah amat berat, dalam bahasa Belanda) akan perkara- perkara kecil. Zwaarwichtig sampai , –kata orang Jawa jelimet. Jikalau sudah membicarakan hal yang kecil- kecil sampai jelimet barulah mereka berani menyatakan kemerdekaan. Tuan- tuan yang terhormat! Lihatlah di dalam sejarah dunia, lihatlah kepada perjalanan dunia itu. Banyak sekali negara- negara yang merdeka, tapi bandingkanlah kemerdekaan negara- negara itu satu sama lain! Samakah isinya, samakah derajatnya negara- negar yang merdeka itu? Jermania merdeka, Saudi Arabia merdeka, Iran merdeka, Tiongkok merdeka, Nippon merdeka, Amerika merdeka, Inggris merdeka, Rusia merdeka, Mesir merdeka. Namanya semua merdeka, tapi bandingkanlah isinya! Alangkah bedanya isi itu! Jikalau kita berkata: Sebelum negara merdeka, maka harus lebih dahulu ini selesai, itu selesai sampai jelimet, maka saya bertanya kepada Tuan- Tuan sekalian kenapa Saudi Arabia merdeka, padahal 80 persen dari rakyatnya terdiri dari kaum Badui, yang sama sekali tidak mengerti akan hal ini atau itu. Bacalah buku Armstrong yang menceritakan tentang Ibn Saud! Di situ ternyata, bahwa tatkala Ibn Saud mendirikan pemerintahan Saudi Arabia, rakyat Arabia sebagian besar belum mengetahui bahwa otomobil perlu minum bensin. Pada suatu hari otomobil Ibn Saud dikasih makan gandum oleh orang- orang Badui di Saudi Arabia itu! Toh Saudi Arabia merdeka! Lihatlah pula –jikalau Tuan- Tuan kehendaki contoh yang lebih hebat –Sovyet Rusia! Pada masa Lenin mendirikan negara Sovyet, adakah rakyat Sovyet sudah cerdas? Seratus lima puluh milyun rakyat Rusia adalah rakyat Munsyik (golongan yang percaya adanya Tuhan, tapi tidak menganut suatu agama) yang lebih dari 80 persen tidak dapat membaca dan menulis, bahkan dari buku- buku yang terkenal dari Leo Tolstoi dan Fulop Miller, Tuan- Tuan mengetahui betapa keadaan rakyat Sovyet Rusia pada waktu Lenin mendirikan negara Sovyet itu. Dan kita sekarang disini mau mendirikan negara Sovyet itu. Dan kita sekarang disini mau mendirikan negara Indonesia merdeka. Terlalu banyak macam- macam kita kemukakan! Maaf, Paduka Tuan Zimukyokutyoo (Kepala Kantor Tata Usaha untuk Lembaga Tinggi, dalam bahasa Jepang, yang berada di bawah pemerintah militer Jepang untuk mengurus persiapan sidang- sidang BPUPKI)! Berdirilah saya punya bulu, kalau saya membaca Tuan punya surat, yang minta kepada kita supaya dirancangkan sampai jelimet hal ini dan itu dahulunya semuanya! Kalau benar semua hal ini harus diselesaikan lebih dulu, sampai jelimet, maka saya tidak akan mengalami Indonesia Merdeka, Tuan tidak akan mengalami Indonesia Merdeka, kita semuanya tidak akan mengalami Indonesia Merdeka...sampai di lubang kubur! Saudara- saudara! Apakah yang dinamakan merdeka? Di dalam tahun 1933 saya telah menulis satu risalah. Risalah yang bernama Mencapai Indonesia Merdeka. Maka di dalam risalah tahun 1933 itu, telah saya katakan, bahwa kemerdekaan, politieke onafkelijkheid, political independence, tak lain dan tak bukan, ialah satu jembatan emas. Saya katakan di dalam kitab itu, bahwa bahwa di sebrangnya jembatan itulah kita sempurnakan kita punya masyarakat. Ibn Saud mengadakan satu negara di dalam satu malam –in one night only – kata Armstrong di dalam kitabnya. Ibn Saud mendirikan Saudi Arabia Merdeka di satu malam sesudah ia masuk kota Riyadh dengan enam orang! Sesudah “jembatan” itu diletakan Ibn Saud, maka di seberang jembatan –artinya kemudian daripada itu –Ibn Saud barulah memperbaiki masyarakat Saudi Arabia. Orang yang tidak dapat membaca diwajibkan belajar membaca, orang yang tadinya bergelandangan sebagi nomade, yaitu orang Badui, diberi pelajaran oleh Ibn Saud jangan bergelandangan, dikasih tempat untuk bercocok tanam. Nomade diubah lagi oleh Ibn Saud menjadi kaum tani –semuanya di seberang jembatan. Adakah Lenin ketika dia mendirikan negara Sovyet Rusia Merdeka telah mempunyai Dneprprostoff, dam yang maha besar di sungai Dnepr? Apa ia telah mempunyai kereta- kereta api cukup, untuk meliputi seluruh negara Rusia? Apakah tiap- tiap orang Rusia pada waktu Lenin mendirikan Sovyet-Rusia Merdeka telah dapat membaca dan menulis? Tidak, Tuan- tuan yang terhormat! Di seberang jembatan emas yang diadakan oleh Lenin itulah, Lanin baru mengadakan radio station, baru mengadakan sekolahan, baru mengadakan creche (tempat penitipan bayi dan anak- anak pada waktu orang tua bekerja), baru mengadakan Dneprprostoff! Maka oleh karena itu saya minta kepada Tuan- tuan sekalian, janganlah Tuan- tuan gentar di dalam hati, janganlah mengingat bahwa ini dan itu lebih dulu harus selesai dengan jelimet, dan kalau sudah selesai, baru kita dapat merdeka. Alangkah berlainannya Tuan- tuan punya semangat –jikalau Tuan- tuan demikian –dengan semangat pemuda- pemuda kita yang dua milyun banyaknya. Dua milyun ini menyampaikan seruan kepada saya, dua milyun pemuda ini semua berhasrat Indonesia Merdeka Sekarang!
 Kasus korupsi bagi remaja tanggung seumuran saya adalah konsumsi yang kurang wajar, sewajarnya remaja itu ramai- ramainya memperbincangkan model baju terbaru tahun ini, atau gosip- gosip artis papan atas, atau sekedar hang out bersama teman- teman se gang. Bukannya sibuk mengikuti kasus korupsi yang bergulir semakin tahun semakn besar layaknya bola salju. Setiap pagi, saya membaca koran langganan orang tua saya. Kalau dulu, sewaktu saya kecil saya lebih suka membaca kolom untuk anak- anak tapi semakin kesini saya justru tertarik dengan head line koran. Padahal dulu isi head line koran tak jauh- jauh dengan berita pencurian, kekerasan, kecelakaan, atau berita yang hits. Tapi akhir- akhir ini, daerah- daerha sekitar saya menjadi lebih tentram karena berkurangnya kasus- kasus tersebut. Disini, lingkup saya tidaklah luas hanya mencangkup wilayah tempat tinggal saya. Apa yang sebenarnya membuat berita- berita tersebut berkurang ? ternyata, ndilalah diganti dengan kasus baru yang banyak menyandung kaum- kaum di gedung dewan pemerintahan. Dari terndusnya kasus skandal mereka sampi yang paling marak adalah korupsi. Setahu saya, slogan berantas KKN sudah ada sejak masa orde lama. Tapi baru ramai di tahun milenium ini, mungki n orang dulu lebih licin dalam bermain korupsi. Mungkin. Saya kan hanya anak SMA yang tidak tahu, pelajaran PKn saja nilai saya selalu pas- pasan. Beda sama bapak- bapak disana yang getol belajar hukum dan politik di universitas terkemuka hingga bisa sampai berseragam safari, mereka sudah lebih paham. Yang saya tahu, koran sekarang sangat kental dengan bumbu politik. Mungkin bukan sekarang tapi sejak dulu, tapi hanya beberapa yang mau memberitakan hiruk pikuk kehidupan politik dalam negeri. Tapi herannya, sudah sangat jelas rang politik yang masuk koran itu terkena kasus korupsi yang sangat pelik. Ya kok tetap saja diberitakan, tiap hari muncul dan ada saja berita barunya. Jujur, saya yang baca itu bosan sekali dan malu- maluin. Kena kasus diumbar ke masyarakat, tidak malu wajah mereka terkenal mata duitan. Sudah digaji berkecukupan tetap saja ngembat duit rakyat. Malah ada rakyat yang masih pro dengan mereka yang sudah ‘ngembat’ hak rakyat. Saya benar- benar bingung, apa tidak terjun bebas citra mereka sebagai wakil- wakil rakyat. Nanti lama- kelamaan, kalau semua awak berseragam safari kena kasus suap korupsi dan dijebloskan ke penjara maka yang akan menduduki kursi empuk mereka di gedung elit adalah awak tani yang memakai seragam sablonan wajah- wajah dewan ketika masih calon.
Hawya pegat ngudiya Ronging budyayu Margane suka basuki Dimen luwar kang kinayun Kalising panggawe sisip Ingkang taberi prihatos Jangan berhenti selalulah berusaha berbuat kebajikan, agar mendapat kegembiraan serta keselamatan serta tercapai segala cita-cita, terhindar dari perbuatan yang bukan-bukan, caranya haruslah gemar prihatin. Ulatna kang nganti bisane kepangguh Galedehan kang sayekti Talitinen awya kleru Larasen sajroning ati Tumanggap dimen tumanggon Dalam hidup keprihatinan ini pandanglah dengan seksama, intropeksi, telitilah jangan sampai salah, endapkan didalam hati, agar mudah menanggapi sesuatu. Pamanggone aneng pangesthi rahayu Angayomi ing tyas wening Eninging ati kang suwung Nanging sejatining isi Isine cipta sayektos Dapatnya demikian kalau senantiasa mendambakan kebaikan, mengendapkan pikiran, dalam mawas diri sehingga seolah-olah hati ini kosong namun sebenarnya akan menemukan cipta yang sejati. Lakonana klawan sabaraning kalbu Lamun obah niniwasi Kasusupan setan gundhul Ambebidung nggawa kendhi Isine rupiah kethon Segalanya itu harus dijalankan dengan penuh kesabaran. Sebab jika bergeser (dari hidup yang penuh kebajikan) akan menderita kehancuran. Kemasukan setan gundul, yang menggoda membawa kendi berisi uang banyak. Lamun nganti korup mring panggawe dudu Dadi panggonaning iblis Mlebu mring alam pakewuh Ewuh mring pananing ati Temah wuru kabesturon Bila terpengaruh akan perbuatan yang bukan-bukan, sudah jelas akan menjadi sarang iblis, senantiasa mendapatkan kesulitas-kesulitan, kerepotan-kerepotan, tidak dapat berbuat dengan itikad hati yang baik, seolah-olah mabuk kepayang. Nora kengguh mring pamardi reh budyayu Hayuning tyas sipat kuping Kinepung panggawe rusuh Lali pasihaning Gusti Ginuntingan dening Hyang Manon Bila sudah terlanjur demikian tidak tertarik terhadap perbuatan yang menuju kepada kebajikan. Segala yang baik-baik lari dari dirinya, sebab sudah diliputi perbuatan dan pikiran yang jelek. Sudah melupakan Tuhannya. Ajaran-Nya sudah musnah berkeping-keping. Parandene kabeh kang samya andulu Ulap kalilipen wedhi Akeh ingkang padha sujut Kinira yen Jabaranil Kautus dening Hyang Manon Namun demikian yang melihat, bagaikan matanya kemasukan pasir, tidak dapat membedakan yang baik dan yang jahat, sehingga yang jahat disukai dianggap utusan Tuhan. Yeng kang uning marang sejatining dawuh Kewuhan sajroning ati Yen tiniru ora urus Uripe kaesi-esi Yen niruwa dadi asor Namun bagi yang bijaksana, sebenarnya repot didalam pikiran melihat contoh-contoh tersebut. Bila diikuti hidupnya akan tercela akhirnya menjadi sengsara. Nora ngandel marang gaibing Hyang Agung Anggelar sakalir-kalir Kalamun temen tinemu Kabegjane anekani Kamurahane Hyang Manon Itu artinya tidak percaya kepada Tuhan, yang menitahkan bumi dan langit, siapa yang berusaha dengan setekun-tekunnya akan mendapatkan kebahagiaan. Karena Tuhan itu Maha Pemurah adanya. Hanuhoni kabeh kang duwe panuwun Yen temen-temen sayekti Dewa aparing pitulung Nora kurang sandhang bukti Saciptanira kelakon Segala permintaan umatNya akan selalu diberi, bila dilakukan dengan setulus hati. Tuhan akan selalu memberi pertolongan, sandang pangan tercukupi segala cita-cita dan kehendaknya tercapai. Ki Pujangga nyambi paraweh pitutur Saka pengunahing Widi Ambuka warananipun Aling-aling kang ngalingi Angilang satemah katon Sambil memberi petuah Ki Pujangga juga akan membuka selubung yang termasuk rahasia Tuhan, sehingga dapat diketahui. Para jalma sajroning jaman pakewuh Sudranira andadi Rahurune saya ndarung Keh tyas mirong murang margi Kasekten wus nora katon Manusia-manusia yang hidup didalam jaman kerepotan, cenderung meningkatnya perbuatan-perbuatan tercela, makin menjadi-jadi, banyak pikiran-pikiran yang tidak berjalan diatas riil kebenaran, keagungan jiwa sudah tidak tampak. Katuwane winawas dahat matrenyuh Kenyaming sasmita sayekti Sanityasa tyas malatkunt Kongas welase kepati Sulaking jaman prihatos Lama kelamaan makin menimbulkan perasaan prihatin, merasakan ramalan tersebut, senantiasa merenung diri melihat jaman penuh keprihatinan tersebut.
PARAGRAF INDUKTIF, GENERALISASI, ANALOGI, SEBAB AKIBAT, AKIBAT SEBAB & SEBAB AKIBAT 1 AKIBAT 2
Membaca Paragraf Induktif
Setelah karangan anak-anak kelas 3 diperiksa, ternyata Ali, Toto, Alex,
dan Burhan mendapat nilai 8. Anak-anak yang lain mendapat 7. Hanya Maman
yang 6, dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Boleh dikatakan,
anak kelas 3 cukup pandai
mengarang.
A.S.
Broto (ed.)
Pengertian :
Paragraf induktif >> Paragraf yang dimulai dengan menyebutkan
peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum,
yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.
Ciri-ciri Paragraf Induktif
- Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
- Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf
- Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
- Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang
mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama
Jenis Paragraf Induktif
- Generalisasi
- Analogi
- Klasifikasi
- Perbandingan
- Sebab akibat
1. Sebab akibat
2. Akibat sebab
3. Sebab akibat 1 akibat 2
Membaca Paragraf Generalisasi
Setelah karangan anak-anak kelas 3 diperiksa, ternyata Ali, toto, Alex,
dan Burhan mendapat nilai 8. Anak-anak yang lain mendapat 7. Hanya Maman
yang 6, dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Boleh dikatakan,
anak kelas 3 cukup pandai mengarang.
A.S. Broto (ed.)
General = umum
Generalisasi >> Penalaran induktif dengan
cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah
data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat
mewakili.
Membaca Paragraf Analogi
Sifat manusia ibarat padi yang terhampar di sawah yang luas.
Ketika manusia itu meraih kepandaian, kebesaran, dan kekayaan, sifatnya
akan menjadi rendah hati dan dermawan.
Begitu pula dengan padi yang semakin
berisi, ia akan semakin merunduk.
Apabila padi itu kosong, ia akan berdiri tegak.
Lanjutan Contoh Paragraf Analogi
Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan,
ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia
apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang
selalu merunduk.
Analogi >>Penalaran induktif dengan membandingkan
dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal
tersebut, Anda dapat menarik kesimpulan.
Membaca Paragraf Sebab Akibat
Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi
penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini
tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan
kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya.
Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.
Paragraf hubungan sebab akibat >> Paragraf yang dimulai
dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada
simpulan yang menjadi akibat.
Contoh Paragraf Sebab akibat :
Hasil panen para petani di Desa Cikaret hampir setiap musim tidak
memuaskan. Banyak tanaman yang mati sebelum berbuah karena diserang
hama. Banyak pula tanaman yang tidak berhasil tumbuh dengan baik.
Paragraf hubungan akibat sebab >>Paragraf yang dimulai
dengan fakta khusus yang menjadi akibat, kemudian fakta itu dianalisis
untuk diambil kesimpulan.
Contoh Paragraf akibat Sebab :
Bukan itu saja, pengairan pun tidak berjalan dengan lancar dan penataan
letak tanaman tidak sesuai dengan aturannya. Semua itu merupakan akibat
dari kurangnya pengetahuan para petani dalam pengolahan pertanian.
Pengertian Paragraf Sebab Akibat 1 Akibat 2
Dalam paragraf hubungan sebab akibat 1 akibat 2, suatu penyebab dapat
menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab
yang menimbulkan akibat kedua. Demikian seterusnya hingga timbul
beberapa akibat.
Contoh Paragraf Sebab Akibat 1 Akibat 2 :
Pasokan beras di pasar tradisional pun semakin lama semakin menipis
sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan beras. Hal ini mendorong
pemerintah untuk melakukan impor beras dari negara tetangga dengan
harapan masyarakat dapat terpenuhi kebutuhan pangannya selama menunggu
hasil panen berikutnya
Inilah Website Termahal di Indonesia Kenapa website ini bisa dibilang termahal??? Ternyata negara kita telah berhasil membangun website termahal di dunia. Kenapa mahal? Ya karena website ini tidak ada manfaatnya sama sekali tetapi membutuhkan dana miliaran untuk membuat, memelihara dan mengembangkannya. Website ini benar - benar website."PALING TAK BERGUNA BAGI NUSA DAN BANGSA!"Selain desainnya yang naujubile "JADUL" nya. Fitur - fiturnya juga tergolong sangat sederhana.seharusnya dengan budget yg mereka keluarkan :- biaya pembayaran provider website senilai Rp 8,4 miliar per tahun- biaya pemeliharaan situs senilai Rp 1,3 miliar.- program untuk pengembangan sistem informasi dengan budget Rp 9,3 miliar pada 2010 dan Rp 12 miliar pada 2009seharusnya website ini sudah bisa di manfaatkan oleh masyarakat untuk :- Berkomunikasi dengan wakil rakyat langsung seperti di facebook- Melihat informasi kegiatan anggota dewan- Melihat secara real time progress pekerjaan dewan- Melihat secara real time rencana anggaran belanja negara dll- dst... dan seterusnyaTapi ternyata dengan anggaran seabrek - abrek itupun anggota dewan bahkan tetap menggunakan email @yahoo.com untuk ber email ria ????AMPUN!!!!!tanpa basa - basi mari kita lihat bersama - sama inilah website termahal tersebut :tolong buat pak KPK ini di audit aja websitenya! muahal amat! kalau cuma website begituan sih sini biar saya aja yang buat gratis gak usah bayar! servernya pake hosting murah aja cuma Rp. 20 ribuan aja per bulan! setahun cuma habis 200 ribuan doang! wong gak ada yang baca juga karena toh isinya berita doang. mendingan kalau berita doang baca di detik atau kompas pak! gile aja ampe 8 Milliar!!! mending tuh duit buat bangun sekolah - sekolah unggulanBagaimana website DPR yang seharusnya? nooh baru namanya website dewan perwakilan rakyat!website miliaran email aja masih @yahoo.com!anggota dewan perwakilan rakyat????menurut saya BUBARIN AJA! gak ada gunanya tuh!UPDATE TERAKHIR
Entah mungkin karena kaskuser pada tumpah ruah mengunjungi dpr.go.id atau karena emang server dpr.go.id nya yang kacangan. jam 14:00 WIB website ini tak bisa lagi dikunjungi. Kalau ini terjadi karena OVERLOAD BANDWIDTH.. maka sungguh disayangkan sebuah website PERWAKILAN RAKYAT yang katanya mewakili ratusan juta jiwa rakyat indonesia itu harus K.O saat dikunjungi ribuan orang saja!!!!
Sumber: Kaskus
 Palang merah Indonesia Sumber kasih umat manusia Warisan luhur nusa dan bangsa Wujud nyata mengayom Pancasila Gerak juangnya keseluruhan nusa Mendarmakan bhakti bagi ampera Tunaikan tugas suci tujuan PMI Di persada bunda pertiwi Untuk umat manusia di sluruh dunia PMI menghantarkan jasa
|