|
Post Title
Category
Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s,when an unknown printer...

|
Divisi 1 Komandan : Shigekuni Yamamoto Zanpakutou : Ryujin Jakka Wakil Komandan : Choujiro Sasakibe Zanpakutou : Gonryuumaru Divisi 2 Komandan : Soi Fon Zanpakutou : Suzume Wakil Komandan : Marechiyou Oumaeda Zanpakutou : Gegetsuburi Divisi 3 Mantan Komandan : Gin Ichimaru Zanpakutou : Shin Shou Wakil komandan : Izuru Kira Zanpakutou : Wabisuke Divisi 4 Komandan : Retsu Unohana Zanpakutou : Minazuki Wakil Komandan : Isane Kotetsu Zanpakutou : Itegumo Kursi ke 3 : Yasochika Iemura Zanpakutou : Kursi ke 7 : Hanatarou Yamada Zanpakutou : Hisagomaru Kursi ke 8 : Harunobu Ogidou Zanpakutou : Divisi 5 Mantan Komandan : Sousuke aizen Zanpakutou : Wakil komandan : Momo Hinamori Zanpakutou : Tobiumei Divisi 6 Komandan : Byakuya Kuchiki Zanpakutou : Senbon Zakura Wakil komandan : Renji Abarai Zanpakutou : Zabimaru Kursi ke 9 : Mihane Shiragane Zanpakutou : Divisi 7 Komandan : Sajin Kommamura Zanpakutou : Kokujo Tengen Wakil Komandan : Tetsuzaemon Iba Zaboakutou : Mantan Kursi ke 4 : Jiroubou Ikkanzaku Zanpakutou : Kamaitachi Divisi 8 Komandan : Shunsui Kyoraku Zanpakutou : Katen Kyoukotsu Wakil Komandan : Nanao Ise Zanpakutou : Kursi ke 3 : Tatsufusa Enjouji Zanpakutou : Divisi 9 Mantan Komandan : Kaname Tousen Zanpakutou : Suzumushi Wakil Komandan : Shuhei Hisagi Zanpakutou : Kursi ke 20 : Toshimori Umesada Zanpakutou : Divisi 10 Komandan : Toushirou Hitsugaya Zanpakutou : Hyorinmaru Wakil Komandan : Rangiku Matsumoto Zanpakutou : Haineko Kursi ke 7 : Koukichirou Takezoe Zanpakutou : Divisi 11 Komandan : Kenpachi Zaraki Zanpakutou : No Name Wakil Komandan : Yachiru Kusajishi Zanpakutou : Kursi ke 3 : Ikkaku Madarame Zanpakutou : Hozukimaru Kursi ke 5 : Yumichika Ayasegawa Zanpakutou : Fujikukaku Divisi 12 Komandan : Mayuri Kurotsuchi Zanpakutou : Ashishogi Mantan Komandan : Kisuke Urahara Zanpakutou : Benihime Wakil Komandan : Nemu Kurotsuchi Zanpakutou : Divisi 13 Komandan : Joushirou Ukitake Zanpakutou : Sougyo no Kotowari Wakil Komandan : Kaien Shiba-death Zanpakutou : Mantan Kursi ke 3 : Miyako Shiba-death Zanpakutou : Kursi ke 3 : Kiyone Kotetsu Zanpakutou : Kursi ke 3 : Sentaro Kotsubaki Zanpakutou : Anggota : Rukia Kuchiki Zanpakutou : Sode no Shirayuki
PARAGRAF INDUKTIF, GENERALISASI, ANALOGI, SEBAB AKIBAT, AKIBAT SEBAB & SEBAB AKIBAT 1 AKIBAT 2
Membaca Paragraf Induktif
Setelah karangan anak-anak kelas 3 diperiksa, ternyata Ali, Toto, Alex,
dan Burhan mendapat nilai 8. Anak-anak yang lain mendapat 7. Hanya Maman
yang 6, dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Boleh dikatakan,
anak kelas 3 cukup pandai
mengarang.
A.S.
Broto (ed.)
Pengertian :
Paragraf induktif >> Paragraf yang dimulai dengan menyebutkan
peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum,
yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.
Ciri-ciri Paragraf Induktif
- Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
- Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf
- Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
- Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang
mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
- Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama
Jenis Paragraf Induktif
- Generalisasi
- Analogi
- Klasifikasi
- Perbandingan
- Sebab akibat
1. Sebab akibat
2. Akibat sebab
3. Sebab akibat 1 akibat 2
Membaca Paragraf Generalisasi
Setelah karangan anak-anak kelas 3 diperiksa, ternyata Ali, toto, Alex,
dan Burhan mendapat nilai 8. Anak-anak yang lain mendapat 7. Hanya Maman
yang 6, dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang. Boleh dikatakan,
anak kelas 3 cukup pandai mengarang.
A.S. Broto (ed.)
General = umum
Generalisasi >> Penalaran induktif dengan
cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah
data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat
mewakili.
Membaca Paragraf Analogi
Sifat manusia ibarat padi yang terhampar di sawah yang luas.
Ketika manusia itu meraih kepandaian, kebesaran, dan kekayaan, sifatnya
akan menjadi rendah hati dan dermawan.
Begitu pula dengan padi yang semakin
berisi, ia akan semakin merunduk.
Apabila padi itu kosong, ia akan berdiri tegak.
Lanjutan Contoh Paragraf Analogi
Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan,
ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia
apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang
selalu merunduk.
Analogi >>Penalaran induktif dengan membandingkan
dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal
tersebut, Anda dapat menarik kesimpulan.
Membaca Paragraf Sebab Akibat
Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi
penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini
tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan
kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya.
Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.
Paragraf hubungan sebab akibat >> Paragraf yang dimulai
dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada
simpulan yang menjadi akibat.
Contoh Paragraf Sebab akibat :
Hasil panen para petani di Desa Cikaret hampir setiap musim tidak
memuaskan. Banyak tanaman yang mati sebelum berbuah karena diserang
hama. Banyak pula tanaman yang tidak berhasil tumbuh dengan baik.
Paragraf hubungan akibat sebab >>Paragraf yang dimulai
dengan fakta khusus yang menjadi akibat, kemudian fakta itu dianalisis
untuk diambil kesimpulan.
Contoh Paragraf akibat Sebab :
Bukan itu saja, pengairan pun tidak berjalan dengan lancar dan penataan
letak tanaman tidak sesuai dengan aturannya. Semua itu merupakan akibat
dari kurangnya pengetahuan para petani dalam pengolahan pertanian.
Pengertian Paragraf Sebab Akibat 1 Akibat 2
Dalam paragraf hubungan sebab akibat 1 akibat 2, suatu penyebab dapat
menimbulkan serangkaian akibat. Akibat pertama berubah menjadi sebab
yang menimbulkan akibat kedua. Demikian seterusnya hingga timbul
beberapa akibat.
Contoh Paragraf Sebab Akibat 1 Akibat 2 :
Pasokan beras di pasar tradisional pun semakin lama semakin menipis
sehingga masyarakat kesulitan mendapatkan beras. Hal ini mendorong
pemerintah untuk melakukan impor beras dari negara tetangga dengan
harapan masyarakat dapat terpenuhi kebutuhan pangannya selama menunggu
hasil panen berikutnya
SINOPSIS
Pelaku pembunuhan berantai sadis yang telah diburu oleh komisaris matsumoto selama bertahun-tahun.
Saat kasus pembunuhan berantai itu hampir mencapai masa kedaluwarsa, tiba-tiba muncul seorang lelaki yang sesuai dengan ciri-ciri tersangka!
Satu-satunya petunjuk adalah lagu "Let It Be" yang disiulkan oleh pelaku.
Kebenaran apa yang ada di balik kasus itu!?
Juga ada kasus Saba, Koi, Tai dan Hirame, serta bagian awal melawan Kid si Pencuri!
DETAIL
Harga Rp. 13. 200,00
Tahun
1997 di Klaten, ketika subuh lahir anakan anjing yang sampai saat ini aku tidak
tau rasnya. Di kebun rumahku di bawah tumpukan daun kelapa kering, beberapa
anak anjing lucu baru saja lahir dari rahim induk anjing betina Mopi dan induk
jantan Kapok. Akupun berkesempatan untuk memilih satu diantara sekian anak
anjing yang unyu- unyu itu, dan kupilihlah satu dan dinamai Miko, singkatan
dari nama kedua induknya. Miko memiliki bulu berwarna hitam dan putih.
Miko
aku bawa masuk kerumah dan kuletakan dibawah lemari usang di depan kandang
burung puyuh ayahku. Nasib anakan anjing yang lainnya aku tak tahu. Mungkin
mereka di titipkan ke kerabat Neneku yang lain.
Keesokannya
harinya, aku kaget dan hampir menagis karena Miko tidak membuka kedua matanya.
Aku kira ia buta dan aku sangat bersedih. Tapi, kata tanteku memang Miko tidak
akan membukakan kelopak matanya untuk beberapa minggu. Dan legalah aku.
Saat
itu, aku belum memiliki adik jadi Miko kuanggap adikku sendiri. Kami tumbuh bersama,
bermain, memberinya makan, menonton tv, berjalan- jalan di kebun, menangkap
tikus, mengejar dan menggonggongi orang asing, walaupun suara gonggongannya
masih unyu- unyu . Sungguh menyenangkan, dia adalah teman masa kecilku yang
pertama.
Tapi
itu tidak berlangsung lama, tahun 1999 ayahku diangkat PNS di kota Batang dan
beliau memutuskan untuk memboyong kami sekeluarga ke Batang. Hal ini sangat
tidak kuterima. Di hari kepindahanku, aku menangis karena tidak kan bertemu
dengan Miko lagi. Inginya ia juga kubawa ke Batang, tapi itu tidaklah mungkin
mengingat kata ayah rumah kontrakan kami di Batang sempit dan berada di
perumahan yang tidak boleh memelihara anjing.
Ternyata
tidak selamanya aku berpisah dengan Miko, setiap bulan puasa kami mudik ke Klaten
dan saat itulah aku bisa bermain lagi dengan Miko. Tiap tahun ia bertambah
besar, pertumbuhannya sangat pesat. Bahkan saat aku SD, aku bisa
menungganginya.
Miko
sangat suka nongkrong di kamar kalau cuaca sedang terik. Atau tidur di kebun
dibawah pohon mangga, atau bersantai di halaman depan di bawah pohon rambutan. Kalau
malam ia tidur di depan pintu rumah untuk menjaga kalau- kalau ada maling
masuk. Ia mau makan kalau nasinya dicampur dengan gajih atau lemak sapi, sangat
berminyak. Miko terkenal di kampung neneku. Karena beberapa diantara tetangga
nenekku pernah digonggonginya karena mencuri rambutan atau mangga.
Hingga
di tahun 2007. Beberapa minggu sebelum lebaran. Aku mendapat kabar dari tanteku
kalau Kapok, ayah Miko meninggal dunia. Dan tak selang berapa lama, aku
mendapat kabar yang sangat mengejutkan. Miko hilang.
Miko
hilang..
Sengaja
diulang biar makin dramatis..
Aku tak
kuasa menahan haru, anjing kecil peliharaanku sekaligus teman masa kecilku
hilang. Dan penyebabnya adalah saat ia bermain di sawah orang petang hari, ia
mendengar suara petasan yang amat keras, ia ketakutan dan berlari sejauh-
jauhnya dan tak kembali pulang. Memang di desa nenekku, warganya suka sekali
bermain petasan. Aku sangat kecewa.
Dan
hingga hari ini aku masih menunggui kepulangan Miko. Ia sudah tak memiliki ayah
dan ibunya juga pergi entah kemana. Setidakanya kalau dia masih hidup, aku
beraharap dia dipelihara oleh orang- orang yang baik. Dan kalau dia sudah
tiada, semoga ia tenang disana. Aku merindukanmu, Miko.
Banyak yang bertanya darimana asal cerberus, anjing peliharaan Hiruma Yoichi yang sangat kekar dan perkasa. karakter di manga dan anime Eyeshield 21. Apa dia dulu anjing yang lucu yang lalu dipungut Hiruma dari tempat sampah lalu Hiruma mengajarinya fitnes hingga tubuh Cerberus bisa berotot seperti itu. Apa mungkin Creberus itu anjing FBI yang dicuri Hiruma? Nah, setemuan saya. Cerberus itu...
Versi Anime menyatakan..
Dulu Cerberus itu anjing liar tergalak dimana tak dapat dikalahkan atau ditangkap. Saat Hiruma kelas 1 SMU di Deimon, Cerberus berjumpa denganya saat Hiruma latihan. Lalu mereka saling bertatap mata untuk memulai duel dan langsung diselesaikan dengan satu serangan. Baju Hiruma robek oleh taring Cerberus, akan tetapi kalung leher berduri berhasil terpasang ke leher Cerberus. Sejak saat itu Cerberus pun patuh pada Hiruma.
Versi Manga menyatakan..
Pas Hiruma sama Kurita sedang menyebarkan iklan Amefuto. Tiba- tiba ada anjing lucu yang tampak kasihan. Lalu Hiruma mengatakan, "Kasihan juga ya..". si Cerberus pun berpikiran kalau Hiruma mengasihaninya. Tapi ternyata Hiruma itu kasihan sama brosus yang kehujanan jadi tidak bisa terbaca bukan kasihan sama Cerberus. Ekspresi Cerberus pun langsung berubah menyeramkan. Dan anehnya mereka bisa langsung akrab.
Versi Mitologi Yunani menyatakan..
Cerberus adalah nama makhluk magis terkenal dari Yunani. Dia adalah anjing berkepala tiga penjaga Hades, dunia bawah tanah tempat jiwa orang- orang yang telah meninggal menuju keabadian. Tugasnya menjaga agar tak ada makhluk yang mendekat dan memakan siapa saja yang mencoba kabur dari tempat itu.
Jadi kira- kira Cerberus dinamai Cerberus karena ia adalah anjing yang galak dan ia punya kepala yang besar dengan tubuh yang semini itu.
Dan yang paling logis alasannya adalah..
Markas Devil Bats adalahneraka
Cerberus adalah anjing penjaga neraka
Hiruma adalah Raja setan pemimpin neraka
Anggota lainnya adalah setan anak buah Hiruma
dan Mamori adalah malaikat ^^
10 November 1923, didekat kota Odate, Prefektur Akita, Jepang telah lahir anakan anjing jenis Akita Inu dari induk betina bernama Goma-go dan induk jantan Oshinai-go. Anjing kecil itu bernama Hachi. Hachi kecil dipelihara oleh keluarga Giichi Saito lalu lewat perantara Hachi dipungut oleh keluarga Ueno yang ingin memlihara anjing akita dan pindah ke Tokyo. Hachi diletakan pada anyaman jerami tempat beras dan berangkat dari Stasiun Odate pada tanggal 14 Januari 1924. Setelah menempuh 20 jam perjalanan Hachipun tiba di stasiun Ueono, Tokyo. Pemilik Hachi yang baru adalah pengajar ilmu agrokultur di Universitas Kekaisaran Tokyo, yakni Profesor Hidesaburo Ueno yang berusia 53 tahun dan istrinya Yae yang berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta anjing, sebelum memelihara Hachi, beliau sempat memelihara beberapa anjing akita namun semuanya tak berusia panjang. Di rumah Profesor Ueno di dekat stasiun Shibuya, Hachi dipelihara bersama dua ekor anjing lain, S dan John. Sekarang, bekas lokasi tempat tinggal Profesor Ueno diperkirakan di dekat gedung Tokyo Departement Store. Sehari- hari Profesor Ueno berangkat ke universitas dengan kereta api. Hachipun selalu mengantar kepergian tuanya di depan pintu atau di depan gerbang. Terkadang bersama S dan John, Hachi mengantar tuanya sampai ke stasiun dan menjemputnya pada petang harinya. Pada 21 Mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus. Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Hachi yang terus menunggui majikannya tidak mengetahui tentang hal tersebut dan tidak mau makan selama 3 hari. Hingga pada upacara tsuya (upacara jaga malam untuk orang meninggal) Hachi tetap tidak menyadari bahwa tuannya telah tiada. Ditemani S dan John Hachi masih tetap ke stasiun untuk menjemput tuannya. Kian malang nasib Hachi, karena Yae harus meninggalkan rumah almarhum Profesor Ueno. Ternyata Yae tidak pernah dinikahi secara sah oleh Profesor. Hachi dan John pun dititpkan ke kerabat Yae yang mempunyai toko kimono di daerah Nihonbashi. Namun, cara Hachi melompat- lompat saat menyambut pembeli tidak disukai dan ia dititipkan pada kerabat Yae di daerah Asakusa. Dan disini Hachi kembali tidak disenangi karena kedatangnya menimbulkan pertengkaran antara pemiliknya dengan tetangganya. Ia kembali dititpkan di rumah putri angkat Profesor Ueno di Setayaga, namun ia merusak ladang dan mengacak- acak sayuran. Musim gugur 1927, Hachi dititpkan pada tukang kebun Profesor Ueno, Kikusaburo Kobayashi. Rumah Kobayashi yang berada di Tomigaya dan berdekatan dengan Stasiun Shibuya menjadikan Hachi kembali menunggu di stasiun saat jam- jam kepulangan mendiang tuannya. Tahun 1932 seorang dari Asosiasi Pelestarian anjing Jepang, Hirokichi Saito tertarik dan tersentuh dengan kisah Hachi yang setia mnenuggu tuannya. Prihatin atas perlakuan kasar yang diterima Hachi, iapun menulis kisah sedih Hachi dan dikirimkan ke Tokyo Asahi Shimbun dengan judul Itoshiya Roken Monogatari (Kisah Anjing Tua yang Tercinta). Publik Jepangpun akhirnya mengetahui kisah Hachi yang setia. Setelah Hachi terkenal, petugas stasiun, pedagang, orang- orang disekitar stasiunpun mulai menyayangi Hachi. Dan saat itu pula, akhiran Ko (sayang) ditambahkan pada nama Hachi, iapun dipanggil Hachiko. Tahun 1933, seorang kenalan Saito, pematung bernama Teru Ando tersentuh akan kisah Hachiko dan berniat membuat patungnya. Setiap hari, Hachiko dibawa ke studio untuk menjadi model. Andopun berusaha mengalahkan seseorang yang mengaku pihak yang dititipi Hachiko. Orang tersebut menjual kartu pos bergambar Hachiko untuk kepentingannya sendiri. Januari 1934, proposal untuk pendirian patung Hachiko selesai dibuat, dan acara pengumpulan danapun dilaksanakan di Gedung Pemuda Jepang (Nihon Seinenkan). 10 Maret 1934 sekitar tiga ribu penonton hadir untuk menonton Hachiko.  Patung Hachiko dari perunggupun selesai dibuat dan diletakan didepan Stasiun Shibuya. Upacara peresmiannya diadakan pada bulan April 1934 disaksikan langsung oleh Hachiko dan 300 hadirin. Patung Hachiko yang lain dengan pose bertiarap dihadiahkan Ando kepada Kaisar Hirohito dan Permaisuri Kojun. Selepas subuh sekitar pukul 06.00 pagi pada tanggal 8 Maret 1935, Hachiko ditemukan meninggal pada usia 13 tahun di jalan dekat jembatan Inari, sungai Shibuya. Hachiko biasanya tidak pergi ketempat itu. Setelah dilakukan otopsi, diketahui penyebab kematiannya adalah filariasis. Upacara kematian Hachiko dihadiri banyak orang di stasiun Shibuya, termasuk janda almarhum Profesor Ueno, pasangan suami istri tukang kebun Kobayashi, dan penduduk sekitar. Biksu dari Myoyu-ji diundang untuk membacakan sutra. Upacara pemakaman Hachiko dilaksanakan layaknya upacara pemakaman manusia. Hachiko dimakamkan disamping makam Profesor Ueno di pemakaman Aoyama. Bagian luar tubuh Hachiko diawetkan dan dipajang Museum Nasional Pengetahuan Umum di Ueno, Tokyo.  Awetan tubuh Hachiko ditempatkan di lantai 2 bersama anjing- anjing terkenal lainnya di jepang, termasuk Jiro. Jiro adalah tokoh anjing pada film Eight Below yang juga diangkat dari kisah nyata seorang peneliti di Antartika yang berasal dari Jepang, ia dipaksa meninggalkan anjing- anjing Sakhalin Huskies yang pintar menarik kereta salju. Tanggal 8 Juli 1935, patung Hachiko didirikan di kota kelahiran Hachiko di Odate, tepatnya didepan stasiun Odate. Patung tersebut dibuat mirip dengan patung Hachiko di Shibuya. Dua tahun berikutnya kisah Hachiko dimasukan dalam buku pendidikan moral untuk kelas 2 sekolah rakyat di Jepang. Dengan judul On O Wasureruna (Balas Budi Jangan Dilupakan). Pada tahun 1944 saat berkecamukanya perang dunia II, patung perunggu Hachiko ikut dilebur untuk keperluan perang. Dan dibuatkan gantinya pada tahun 1948 bulan Agustus oleh pematung Takeshi Ando, anak laki- laki Teru Ando. Pintu keluar stasiun JR Shibuya, yang berdekatan dengan patung Hachiko disebut sebagai pintu keluar Hachiko. Sewaktu didirikan kembali tahun 1948, patung Hachiko diletakan di halaman tengah dan menghadap ke utara. Namun setelah adanya perluasan pada Mei 1989, patung Hachiko dipindahkan ke tempatnya sekarang dan menghadap ke timur. Dan hingga sekarang, patung Hachiko menjadi tempat berkumpulnya dan pertemuan warga Jepang saat mengunjungi stasiun Shibuya. Kisah Hachikopun dibuat dalam bentuk film berjudul Hachiko Monogatari besutan sutradara Seijiro Koyama diputar di Jepang pada Oktober 1987. Patung Hachiko diresmikan di kota kelahirannya di Odate. Monumen peringatan ulang tahun Hachiko yang ke 80 tahun didirikan tanggal 12 Oktober 2003 dilokasi rumah kelahiran Hachiko di Odate. Sebuah drama spesial tentang Hachiko ditayangkan oleh stasiun TV Nippon Television pada tahun 2006. Drama sepanjang dua jam tersebut berjudul Densetsu no Akitaken Hachi (Legenda Hachi si Anjing Akita). Dan pada Agustus 2009, industri Hollywood kembali mengangkat kisah Hachiko ke layar lebar dengan Judul Hachiko: A Dog’s Story yang disutradari oleh Lasse Hallstrom dan dibintai oleh Richard Gere, Joan Allen dan Sarah Roemer. Sesungguhnya, anjing ras Akita adalah anjing yang sangat dipercaya sejak zaman kekaisaran Jepang yang sangat setia pada tuannya. Dan selama sepuluh tahun hingga ajal menjemput Hachiko, ia terus menunggui kepulangan mendiang majikanya di depan stasiun Shibuya tanpa henti. Semoga Hachi, Profesor Hidesaburo Ueno, Miko, dan Kapok tenang disana.
Bismillahirohmanirohim.. dengan mengucap basmallah semoga keadaan menjadi lebih baik dengan mengucap basmallah aku mulai lagi lembaran baruku dengan mengucap basamallah aku beranikan diri dengan mengucap basmallah aku memanjatkan harap dengan mengucap basmallah aku mencoba berbaikan dengan uput dengan mengucap basmallah semoga semua lancar dan dengan mengucap basmallah semoga berakhir dengan alhamdulillah
Kurang lebih satu tahun aku mengabdikan diri pada sekolah meskipun dalam setahun itu performaku mengecewakan dan tidak melaksanakan tugasku secara maksimal. Tapi walau bagaimanapun juga, kalau aku tidak ada atau aku mogok tugas, pasti setiap senin akan kewalahan atau bahkan kegiatan tiap hari senin itu ditiadakan. Pasti akan kelabakan mencari penggantiku, kalau partnerku juga tidak mau menggantikanku. Dan selama setahun itu aku tidak pernah mengacaubalaukan, merusak, mengumpat, ataupun mutung kerja. Aku menuruti setiap perintah yang diberikan. Tapi apa balasannya? Sungguh, aku kecewa. Akulah yang dikecewakan, bukan aku yang mengecewakan. Meskipun aku tidak masuk dalam struktur organisasi, dan memilih organisasi kepramukaan. Dan bisa dibilang aku hanyalah pelengkap agar semua berjalan lancar. Yang hanya kuinginkan adalah sebuah penghargaan, bukan berupa reward, materi, atau semacamnya. Paling tidak, kalau gengsi untuk menghargaiku, tolonglah anggap aku ada. Aku pernah melengkapi kekurangan kalian. Aku yang tak pernah dilirik padahal yang tugas yang kuemban dan kujunjung tinggi adalah sebuah bagian terpenting dalam kitab undang- undang negara ini. Kini justru semakin terlihat bahwa aku hanya dimanfaatkan, habis manis sepah dibuang. Setelah aku purna tugas, setidaknya aku dianggap bahwa akulah yang selama ini mengikuti prosedur kalian. Tapi kenapa aku malah diacuhkan??? Aku paling benci diacuhkan. Dan jujur saja, sebenarnya aku tidak pernah mau mengemban tugas itu jika alasannya hanyalah sebuah pemanis organisasi. Tapi aku selalu menganggap kalau aku bertugas karena aku ingin terus mempertahankan kemerdekaan yang pernah diraih dengan susah payah oleh moyangku. Aku selalu mengibur diriku sendiri kalau aku turut serta mempertahankan NKRI dan belajar patrotisme melalui tugasku itu. Tidak akan ada yang mempedulikan sebuah hati akan terluka karena perbuatan ini. Atau mungkin kalian tidak sadar kalau sudah menyakiti hati orang. Atau bahkan kalian pura- pura tidak menganggapku ada hanya karena aku anggota organisasi itu??? Sungguh, Garuda Pancasila akan menangis kalau mengetahui itu. Dan aku tahu, selama ini aku tidak diinginkan dan ada oknum- oknum yang membenciku serta mengolok- oloku. Aku tidak sakit hati. Aku tidak terlalu rapuh hanya untuk hal semacam itu. Sekali lagi aku kecewa untuk kesekian kalinya. Kalau dulu aku sadar akan begini akhirnya, maka seketika itu juga aku akan mundur. Dan kini berbekaslah sakit hatiku. SEMOGA SAJA DI MASA YANG AKAN DATANG PEMBESAR- PEMBESAR BANGSA NANTINYA BUKAN DARI GENERASI MUDA YANG SEPERTI ITU. YANG TAAT PADA KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME. DAN SEMOGA SAJA INI BUKAN SEKEDAR HARAP.
|