Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s,when an unknown printer...
Pada jam ini, menit ini, dan detik ini, di Rumah Sakit Bina Mulia Surakarta akan terjadi sesuatu peristiwa hebat dalam hidupku.
***
Seorang dokter tengah memeriksa keadaan mama dan beberapa suster mulai memasangi alat kesehatan pada tubuh mama. Dari salah satu alat, ada alat dengan layar yang menampilkan detak jantung mama seperti tulisan sandi rumput. Kuperhatikan dengan seksama kalau- kalau sandi rumput itu berubah menjadi garis vertikal yang sangat panjang.
“Maaf, anda harus keluar dulu!” perintah seorang suster sambil menggiringku keluar ruangan.
“Tapi sus, mama saya sedang kritis. Saya harus menemaninya disini!” berontakku.
“Anda akan mengganggu kalau masih tetap disini!”
Jderr! Pintu ruangan tertutup. Akupun hanya bisa menatap mama dari luar melalui kaca pintu.
Kuputuskan untuk menunggu dan aku duduk di kursi tunggu sambil merenung, jika aku kehilangan mama maka aku tak memiliki siapa- siapa lagi di dunia ini. kepalaku pening dan akupun terbang ke alam mimpi yang tenang.
***
“Maaf mbak, anda sudah bisa masuk. Beliau sudah melewati kritis dan kini sudah mulai membaik.” Kata suster sambil membangunkanku.
Aku terjaga, kutengok jam ditangan. Pukul 08.45, sudah 6 jam mama melewati kritisnya. Masih dengan kepala pening aku masuk ke ruangan mama. Alat- alat kesehatan sudah tak sebanyak tadi malam, beberapa dicopot. Aku duduk disampingnya, memegang tanganya.
“Ma, mama bangun, Resta ada disini.” Kuelus tangan mama lembut.
Wanita renta ini harus berjuang melawan virus kanker di masa tuanya. Sepeninggal papa, mamalah tulang punggung keluarga. Meskipun anaknya hanya aku, beliau selalu bekerja keras. Beliau bilang kalau ia ingin terus mengumpulkan uang untuk biaya hidupku jika ia meninggalkanku nanti. Di usianya yang hampir mencapai kepala enam, semangatnya tak serta merta padam. Dari uang pensuinan papa, penghasilan mama, dan uang hasil dari jualan butik kecilku, sebenarnya hidup kami masih sangat berkecukupuan tapi entah mengapa mama tak berhenti bekerja sebagai customer service di sebuah perusahaan swasta di Surakarta. Hingga akhirnya virus kanker rahim menggerogoti tubuh tuanya yang ia paksa bekerja keras.
Tampaknya mama belum mau membukakan matanya untukku, mungkin dia kelelahan jadi dia masih ingin tidur. Kuputuskan untuk meninggalkan rumah sakit dan pulang kerumah untuk mandi lalu berangkat kuliah.
***
Rumah besar yang tampak di depan jalan Flamboyan 5/A Perumahan Asri Surakarta adalah tempat tinggalku. Aku tidak bisa membayangkan jika aku tinggal sendirian di rumah besar peninggalan papa, padahal tinggal berdua dengan mama saja sudah kesepian.
“Hey Rest, gimana keadaan mamamu? Kamu baru pulang dari rumah sakit kan?” tanya seseorang.
Kutoleh kebelakang.
“Oh, yah tadi malam mama mengalami kritis tapi sudah mulai membaik.”
“Tampaknya kamu sangat lelah, apa habis ini kamu berangkat kuliah?”
“Yah gitulah, mau gimana lagi. Aku harus ngejar ketinggalanku, skripsi sudah di depan mata.”
“Kalau gitu, nanti kamu berangkat bareng aku aja!”
“Apa si Kania nggak marah? Entar aku mau di jemput sama Rendra kok!”
“Oh ya udah kalau gitu..”
“Aku masuk dulu Al, mau mandi!”
***
Segarnya tubuh ini setelah diguyur dinginnya air. Pikiranku juga mulai mendingin setelah penat semalam. Kurebahkan tubuh pada kasur, nyaman sekali. Kulirik jam dinding, sudah pukul sepuluh. Aku harus cepat- cepat berdandan dan segera berangkat agar tak terlambat.
Kunanti Rendra, namun batang hidungnya tak juga nampak. Terdengar suara vespa Al yang meraung- raung di panaskan. Aku mulai gelisah sendiri, hingga pukul 10.15 Rendra belum juga menjemputku. Ting Tong. Suara bel, pasti Rendra!
Aku berlari meraih daun telinga pintu dan kubukakan pintu untuk Rendra, tapi bukan Rendra yang berdiri memencet bel.
“Hey Res, aku mau berangkat kuliah dan aku nggak nglihat Rendra datang jemput kamu, jadi aku dateng buat mastiin kamu berangkat belum. Ternyata kamu belum berangkat, kamu mau berangkat sama aku?”
Aku menimbang- nimbang.
“Ya sudah, ayo kita berangkat!”
Terserah mau berangkat kuliah dengan siapa asal aku sampai di kampus tepat waktu. Akhirnya aku naik vespa Al dan ia geber vespanya agar kami tak terlambat. Sudah lama aku tidak naik vespa milik Al, semenjak Rendra ada di sampingku. Al, orang ini adalah teman masa kecilku. Sejak keluargaku pindah dari Makasar ke Surakarta dan menempati rumah kami, keluarga Al lah yang pertama kami kenal. Rumahnya berhadapan dengan rumahku. Reza Alkiela Radhite nama lengkapnya, di panggil Alkiel oleh orang- orang, tapi aku memanggilnya Al dan ia tak menolak jika aku memanggilnya Al. Dia sebaya dengaku dan dari sekolah dasar hingga kuliah kami selalu bersama, kami sudah seperti kakak dan adik. Waktu SD dulu, aku sangat pemalu dan menjadi bahan ejekan serta kerap diganggu oleh teman- temanku, lalu Al datang sebagai pahlawanku. Selalu begitu hingga kami masuk SMA, kami berangkat dan pulang bersama naik vespanya. Semenjak aku masuk universitas danmempunyai kekasih, Rendra, kedekatan kami mulai berkurang. Lagipula, Al juga tengah dekat dengan teman sekelasnya, Kania. Namun, tiap akhir pekan kami masih sering menghabiskan bersama, bersama orang terkasih kami juga tentunya.
Akhirnya sampai juga kami di kampus. Aku masuk ke kelas kedokteran sedangkan Al masuk di kelas jurusan pendidikan. Dia ingin menjadi guru sejarah.
Seusai kelas, aku langsung menuju butikku. Di butikku, aku pekerjakan tiga orang karyawan, terkadang aku juga terjun langsung melayani pembeli.
Dari butik aku meluncur menuju rumah sakit. Mama masih belum terjaga dari kritisnya. Aku harus bersabar menerima semua cobaan ini. Selepas shalat Ashar, kulantunkan ayat- ayat surat yasin untuk mama. Tak terasa air mataku menetes. Aku harus kuat, tuntutku!
“Assalamualaikum...”
Kuusap air mataku, kutengok ke pintu. Ternyata tante Ani dan om Widi datang lagi menjenguk mama.
“Wa’alaikumsalam... tante, om..”
“Mama gimana Rest? Sudah ada perubahan?” tanya om Widi.
“Yah gini om, mama sudah melewati masa kritisnya semalam. Dan kata dokter, mama belum siuman karena pengaruh obat bius, mungkin nanti malam mama akan sadar.” jawabku.
“Kamu yang sabar ya Resta, tante dan om akan selalu di sisimu setiap kamu membutuhkan kami. Kami ini juga sudah seperti orang tuamu.” kata tante Ani.
“Iya, makasih tante dukungannya.”
“Lhoh Rest, Alkiel belum kesini ya?” tanya tante Ani.
“Belum tante, memangnya kenapa?”
“Katanya pulang kuliah dia mau kesini nemenin kamu.”
Klek. suara pintu di buka.
“Asalamualaikum...”
“Wa’alaikumslam...”
“Lhoh semua ada disini ya?”
“Eh, orang yang diomongin sudah datang. Iya nih Al, Bapak sama Ibu sudah dari tadi disini. Mau cari tahu keadaan tante Ros.” kata bapak Al.
“Oh ya, Resta pasti belum makan siang kan? Makan siang dulu gih sama Alkiel, biar mamamu tante yang jaga.”
“Ups.., perutku ini ah, nggak laper juga bunyi. Hahaha...”
“Udahlah Rest, kamu pasti lapar, pasti dari semalam kamu belum makan apa- apa. Biar tante sama om aja yang gantian jaga mamamu. Kamu makan siang aja!” suruh tante Ani.
Bener sih omongan tante Ani, aku belum makan apa- apa dari semalam. Aku hanya memikirkan mama dan tak mempedulikan kesehatan diriku sendiri. Pikirku.
“Udahlah Rest, mau makan aja mikir dulu. Kebanyakan mikir kamu!” kata Al sambil menarik lenganku.
“Pak, Bu kita makan siang dulu ya?” pinta Al sambil membawaku keluar ruangan. Aku menurut saja.
Warung di depan rumah sakit itulah yang akhirnya kami pilih untuk makan siang.
“Kamu itu, nggak boleh ngacuhin kondisi tubuh kamu. Jujur! Kamu pasti belum makan dari tadi malam?!” Al mengintrogasiku dengan mulut penuh nasi.
“Memangnya kenapa? Aku emang nggak laper kok, lagipula aku lupa kalo aku belum makan.” elakku.
“Lupa..lupa! bisa- bisanya makan lupa! Dulu kamu itu raja makan, kalo nggak makan 5 piring sehari aja udah demam. Nah ini, nggak makan dua hari. Entar kalo kamu sakit gimana?”
“Yah kalo aku sakit biar sekalian nginep di rumah sakit sama mama!” “Kamu itu ya, orang apa batu sih? Dari dulu keras kepalanya nggak ngilang- ngilang! Katanya udah dewasa, tapi sikapnya nggak berubah masih kekanak- kanakan kayak dulu?!”
“Ah apaan sih? Aku emang keras kepala kok, udah mendarah daging, nggak bisa diilangin! Kamu lagi, dari dulu juga nggak berubah! Selalu aja nyeramahin aku kayak pak satpam pas nasehatin kita yang sering telat masuk sekolah!”
“Yee, telat sekolah kan karna dulu kamu itu ndut, jadi vespaku sering mogok gara- gara boncengin orang gendut!”
“Aku nggak gendut, cuma chubby aja! Tapi sekarang kan udah kurus!”
Aku menjulurkan lidahku pada Al. Sudah lama ini aku tidak bercanda dan bermanja- manja padanya. Aku sangat merindukan momen- momen seperti ini. Kapan lagi hal seperti akan terjadi.
“Yee, malah ngelamunin aku. Buruan nasinya di habisin! Kasian bapak ibuku nunggu lama!”
“Iya..iya mister bawel!”
***
“Maaf pak bu, Alkiel lama. Habis Resta makan sambil mikir jadi lama.”
“Apaan? Kamu juga yang ngajak ngobrol waktu makan, jadi lama!” bantahku.
“Sudah..sudah, nggak usah ribut. Ibu nggak nunggu lama kok.” kata tante Ani.
“Tante om, kalo mau pulang sekarang nggak apa- apa kok. Resta udah makan jadi udah tambah tenaga buat jagain mama.”
“Bener nih, Resta nggak apa- apa?” tanya om Widi memastikan.
“Iya nggak apa- apa.”
“Kalo gitu, biar Alkiel disini jagain kamu yah?”
“Nggak usah tante, dia pasti punya banyak tugas. Biar Al pulang saja tante.
“Ya sudah, aku sama bapak ibuku pulang dulu ya Rest. Jangan lupa makan!” kata Al mengingatkan.
“Iya...”
Ruangan kembali senyap. Sepulang Al, aku langsung merindukannya. Merindukan ejekannya, leluconnya, dan omelannya yang mampu membuatku semangat menjalani hari. Dia memang sahabatku yang paling mengertiku yang begitu berharga.
Ceklekk..
“Assalamualaikum...”
Suara itu kukenal. Ku pandang pintu ruangangan, di sudut pintu tengah berdiri lelaki tinggi tampan berparas Indonesia-Asia. Tak salah lagi, Rendra. Aku berlari ke arahnya dan segera memluknya. Air mataku tak dapat ku bendung dan mengalir deras membanjiri kemeja biru kotak-kotaknya.
“Kamu keman aja? Dari tadi pagi aku nungguin kamu. Ditelpon nggak aktif, di kampus nggak ada. Aku gelisah nunggunin kamu tahu!” cerocosku memarahi Rendra yang menghilang tanpa pesan.
“Maaf Rest, aku pergi ke Yogya dari kemaren sore habis nganterin kamu ke rumah sakit. Ada urusan penting yang harus kuurus.” jawab Rendra.
“Urusan penting apa sampe kamu nggak ngabarin aku?”
“Maaf karena keburu waktu, hapeku ketinggalan dan baterenyapun habis. Biasalah, masalah pakde. Pakde berulah lagi, jadi aku di suruh rapat keluarga dadakan di Yogya. Kamu marah ya?” tanya Rendra.
“Iya aku marah kamu ngilang nggak ngasih kabar. Tapi aku lega akhirnya kamu dateng kesini.” jawabku.
“Terus gimana mama kamu?” tanya Rendra semabri menuntunku duduk di sofa.
“Huft.. dia belum sadar. Mungkin sebentar lagi dia siuman. Rendra aku butuh dukungan kamu.”
“Iya Resta sayang, aku akan selalu di sisimu. Kita lewatin ini bareng- bareng.”
Aku merasa amat tenang mendengar jawabannya.
Rendra, Nalendra Kusuma Jaya, seorang mahasiswa jurusan pendidikan ekonomi. Sudak kupacari sejak satu tahun yang lalu. Dialah yang mengenalkan bisnis butik padaku, karena dia juga memiliki usaha mengelola sebuah resto di Surakarta. Usaha sampingannya yang mampu mencukupi kebutuhannya sendiri, maklum keluarganya ada di Yogya dan dia pergi ke Surakarta untuk menuntut ilmu. Sejak saat itu aku mulai tertarik padanya.
Menurutku, di setiap penampilan Super Junior, Yesunglah yang bernyanyi paling bagus, Eunhyuk yang selalu berpenampilan paling keren dan modis, sedangkan Siwon yang memang paling tampak sempurna. Namun, di 13 kerlip Bintang Super Junior, kedip bintang Ryeowooklah yang mampu membuat mataku tak mampu berpaling darinya. Bagiku, dialah yang bernyanyi dengan merdu, dia yang tampil apa adanya namun sungguh menarik, dan dia yang paling sempurna di hatiku.
Jika aku mendapat suatu kesempatan untuk melihat konser Super Junior, tak akan kubiarkan kelopak mataku menutup pandanganku sepermilisekonpun, akan kupicingkan mataku dan memutar- mutar sesuai liukan gerakan Ryeowook. Kamera semahal apapun tak akan ada yang bisa menggantikan sepasang mata ini. Karena video yang terekam dalam otak lebih berharga dibandingkan rekaman manapun. Rasanya ingin kulepaskan jantung ini sejenak agar detaknya tak mengganggu pendengaranku yang serius menyimak suara Ryeowook. Pemutar lagu secanggih apapun tak ada bandingnya dengan kedua telingaku.
Jika aku mendapat anugerah untuk bisa bertemu dengan seorang Kim Ryeowook, tak akan kubiarkan ada waktu dan perpisahan di dunia ini. Tak ada detik sang waktu, matahari terbit dan tenggelam tanpa henti. Yang terpenting tidak ada waktu, si penghalang utama yang mampu memisahkanku dengan Ryeowook.“Kim Ryeowook, aku ingin menjadi kedua tangan dan kakimu. Aku ingin menjadi bagian dirimu agar kita selalu bersama dan takkan terpisahkan. Meskipun jarak 8 tahun membentang itu bukan masalah besar. Meskipun aku di Indonesia dan engkau di Korea, itu bukan penghambat.” Itulah kalimat yang ingin kuucapkan bila aku bertemu dengannya, dengan bahasa Korea yang benar pastinya, bukan suara hati.
Leeteuk - Teuki - Angel - Park Jung Soo Heechul - Chulie - Petal - Kim Hee Chul Hangeng - Gege - Gengfans - Tan Hankyung Eunhyuk - Hyukie - Jewelery - Lee Hyuk Jae Donghae - Haepa - Fishy - Lee Dong Hae Yesung - Yepa - Cloud - Kim Jong Woon Sungmin - Minnie - Pumpkin - Lee Sung Min Shindong- Shinpa - Shinsfriends - Shin Dong Hee Siwon - Wonie - Simba - Choi Si Won Kibum - Bummie - Snow White - Kim Ki Bum Kyuhyun - Kyunie - Sparkyu - Cho Kyu Hyun Kangin - Kangin - Racoon - Kim Yong Woon Ryeowook- Wookie - Ryeosomnia - Kim Ryeo Wook
Place and Date Of Birth Leeteuk Seoul, South Korea / 1 July 1983 Heechul Seoul, South Korea / 10 July 1983 Hangeng Mudanjiang, Heilongjiang, China / 9 February 1984 Eunhyuk South Korea / 4 April 1986 Donghae Mokpo, Jeollanam-do, South Korea / 15 Oktober 1986 Yesung Seoul, South Korea / 24 August 1984 Sungmin South Korea / 1 January 1986 Shindong Seoul, South Korea / 28 September 1985 Siwon Seoul, South Korea / 10 February 1987 Kibum Seoul, South Korea / 21 August 1987 Kyuhyun South Korea / 3 February 1988 Kangin Seoul, South Korea / 17 January 1985 Ryeowook Seoul, South Korea / 21 June 1987
School
Leeteuk : Paekche Junior College
Heechul : Sangji University
Hangeng : Central University for Nationalities
Beijing
Eunhyuk : Paichai University
Donghae : Myongji University (Major : Performance Arts)
Yesung : Chungwoon University
Sungmin : Myongji University (Major : Film Musical, transferred from Seoul Institute of the Arts)
Shindong: Paekche Junior College (Major : Dance)
Siwon : Inha University (Major : Physical education)
Kibum : Inha University
Kyuhyun : Kyunghee University (Major: Post-modern Music)
Kangin : Kyunghee Cyber University (Major: Cultural Arts Management)
Ryeowook: Inha University (Major : Theater Arts)
Genre
Leeteuk : K-pop, Trot
Heechul : K-pop, alternative rock, Trot
Hangeng : Mandopop
Eunhyuk : K-pop, Hip hop, R&B, Trot
Donghae : K-pop, Mandopop, Hip hop, R&B
Yesung : K-pop, R&B
Sungmin : K-pop, Trot, Mandopop
Shindong: K-pop, Hip hop, R&B, Trot
Siwon : K-pop, Mandopo
Kibum : K-pop, R&B
Kyuhyun : K-pop, Mandopop
Kangin : K-pop, trot
Ryeowook: K-pop, Mandopo, R&B
SIBLING
Leeteuk : Park Inyoung (older sister)
Heechul : Kim Heejin (older sister)
Hangeng : None
Eunhyuk : Lee Sora (older sister)
Donghae : Lee Donghwa (older brother)
Yesung : Kim Jongjin (older brother)
Sungmin : Lee Sungjin (younger brother)
Shindong : None
Siwon : Choi Jiwon (younger sister)
Kibum : Kim Saehee (younger sister)
Kyuhyun : Cho Ara (older sister)
Kangin : None
Ryeowook : Kim Jungwook (younger brother)
Position in super junior
Leeteuk : Leader, Sub-vocal
Heechul : Sub-leader, Rapper, Sub-vocal
Hangeng : Sub-vocal
Eunhyuk : Rapper
Donghae : Main vocal, Rapper
Yesung : Lead vocal
Sungmin : Main vocal
Shindong : Rapper
Siwon : Sub vocal
Kibum : Rapper
Kyuhyun : Main vocal
Kangin : Sub vocal
Ryeowook : Main vocal
OCCUPATION
Leeteuk : Singer, Dancer, Actor, TV host, Dj, MC
Heechul : Singer, Dancer, Actor, TV host, Dj, MC, Model
Hangeng : Singer, MC, Actor, Model, Dancer
Eunhyuk : Singer, Songwriter, Dancer, Actor, MC, Dj
Donghae : Singer, Dancer, Actor, TV host, Dj, MC, Model
Tracklisting 01. Introduction 02. The Only Difference Between Martyrdom and Suicide Is Press Coverage 03. London Beckoned Songs About Money Written By Machines 04. Nails For Breakfast, Tacks For Snacks 05. Camisado 06. Time To Dance 07. Lying Is The Most Fun A Girl Can Have Without Taking Her Clothes Off 08. Intermission 09. But It’s Better If You Do 10. I Write Sins Not Tragedies 11. I Constantly Thank God For Esteban 12. There’s A Good Reason These Tables Are Numbered Honey, You Just Haven’t Thought Of It Yet 13. Build God, Then We’ll Talk
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Pretty Odd (2008)
Tracklisting 01. We’re So Starving 02. Nine In The Afternoon 03. She’s A Handsome Woman 04. Do You Know What I’m Seeing? 05. That Green Gentleman (Things Have Changed) 06. I Have Friends In Holy Spaces 07. Northern Downpour 08. When The Day Met The Night 09. Pas De Cheval 10. The Piano Knows Something I Don’t Know 11. Behind The Sea 12. Folkin’ Around 13. She Had The World 14. From A Mountain In The Middle Of The Cabins 15. Mad As Rabbits
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Live in Chicago
DVD Content: • Tour Documentary “In The Days” • MTV’s American Valley Short Film • That Green Gentleman (Things Have Changed) (video) • Nine In The Afternoon (video) • Mad As Rabbits (video) • Northern Downpour (video) • Northern Downpour (making of the video) • That Green Gentleman (Things Have Changed) (beyond the video) • Nine In The Afternoon (beyond the video) • Photo Gallery
Tracklisting: CD/DVD 01. We’re So Starving 02. Nine In The Afternoon 03. But It’s Better If You Do 04. Camisado 05. She’s A Handsome Woman 06. The Only Difference Between Martyrdom And Suicide Is Press Coverage 07. Behind The Sea 08. Lying Is The Most Fun A Girl Can Have Without Taking Her Clothes Off 09. I Constantly Thank God For Esteban 10. That Green Gentleman (Things Have Changed) 11. There’s A Good Reason These Tables Are Numbered Honey, You Just Haven’t Thought Of It Yet 12. Folkin’ Around 13. I Write Sins Not Tragedies 14. Northern Downpour 15. Time To Dance 16. Pas De Cheval 17. Mad As Rabbits
CD Bonus Tracks 18. Do You Know What I’m Seeing? (Alternate Version) 19. Behind The Sea (Alternate Version) 20. She Had The World (Alternate Version) 21. The Piano Knows Something I Don’t Know (Alternate Version)
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
New Perspective
"New Perspective" adalah satu dari Panic! at the Disco, dirilis pada 28 Juli 2009 untuk mempromosikan film Jennifer's Body. Ini adalah single pertama band sejak kepergian dan Ryan Ross Jon Walker, dan merupakan single pertama untuk menampilkan tanda seru dalam nama band sejak tahun 2007's "Build God, Then We'll Talk"
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Vices & Virtues (2011)
Tracklisting 01. The Ballad of Mona Lisa 02. Let's Kill Tonight 03. Hurricane 04. Memories 05. Trade Mistakes 06. Ready to Go (Get Me Out of My Mind) 07. Always 08. The Calendar 09. Sarah Smiles 10. Nearly Witches (Ever Since We Met...)
Bonus Tracks: 11. Bittersweet 12. Stall me 13. Kaleidoscope Eyes 14. I Wanna Be Free
F. SOUL SOCIETY 1. Shinigami(Gotei 13) Divisi 1 Kapten : SHIGEKUNI YAMMAMOTO-GENRYUUSAI Wakil Kapten : CHOUJIROU SASAKIBE Divisi 2Kapten : SOIFON Wakil Kapten : MARECHIYOU OUMAEDA
Divisi 3 Mantan Kapten : GIN ICHIMARU Wakil Kapten : IZURU KIRA
Divisi 4Kapten : RETSU UNOHANA Wakil Kapten : ISANE KOTETSU Kursi ke 3 : YASOCHIKA IEMURA Kursi ke 7 : HANATAROU YAMADA Kursi ke 8 : HARUNOBU OGIDOU
Divisi 5 Mantan Kapten : SOUSUKE AIZEN Wakil Kapten : MOMO HINAMORI
Divisi 6 Kapten : BYAKUYA KUCHIKI Wakil Kapten : RENJI ABARAI Kursi ke 9 : MIHANE SHIROGANE
Divisi 7Kapten : SAJIN KOMAMURA Wakil Kapten : TETSUZAEMON IBA Mantan Kursi ke 4 : JIROUBOU IKKANZAKA
Divisi 8Kapten : SHUNSUI KYORAKU Wakil Kapten : NANAO ISE Kursi ke 3 : TATSUFUSA ENJOUJI
Divisi 9Mantan Kapten : KANAME TOUSEN Wakil Kapten : SHOUHEI HISAGI Kursi ke 20 : TOSHIMORI UMESADA
Divisi 10 Kapten : HITSUGAYA TOSHIROU Wakil Kapten : RANGIKU MATSUMOTO Kursi ke 7 : KOUKICHIROU TAKEZOE
Divisi 11 Kapten : KANPACHI ZARAKI Wakil Kapten : YACHIRU KUSAJISHI Kursi ke 3 : IKKAKU MADARAME Kursi ke 5 : YUMICHIKA AYASEGAWA MAKIZOU ARAMAKI MAKI ICHINOSE
Divisi 12Kapten : MAYURI KUROTSUCHI Mantan Kapten : KISUKE URAHARA Wakil Kapten : NEMU KUROTSUCHI HIYOSU AKON RIN TSUBOKURA Divisi 13 Kapten : JUUSHIROU UKITAKE Mantan Wakil Kapten : KAIEN SHIBA-death Mantan kursi ke 3 : MIYAKO SHIBA-death Kursi ke 3 : 1. KIYONE KOTETSU 2. SENTARO KOTSUBAKIRUKIA KUCHIKI
rainbows once upon a time, I felt like yesterday. Everything it was not strange. It was same forever. My world was black and white. There was no color anymore, I liked a blind girl. I was living lonesome in a world of disarray. And every morning, I waking up on groundhog day. there was no day because no sun, and when night coming, there was no a moon and star. It was very ordinary. Day after day, and time passed away, my life unchanged. I couldn’t laugh because no one to laugh. there are no happy, spirit, smile, and color. It was so dark. I didn’t like this. I would escape from my world, I want be free like the bird. But it was just a wish and never be come. But, never I guess! The miracle is coming! Yeah! It coming slowly to my life! “Yaha, my life change” I shout!! And you know?? Cause all of you supported me anytime. Without giving up, I keep run away from my life and now I’m right here! Thought we say, let’s do our best! Actually, there’s some regrets. As long as we have the same dream. We can understand. Whatever it’s happiness or sadness. The heart can know each other. The power can be made by yourself. Run farther than light!!! Catch the dream with all our power!!! This moment links into the future. It’s not only for yourself!!! Fly farther than wind. With friends that truth each other. I’m not afraid anything!!! Just step forward without hesitating…………!!! Run to win!!!!!! It was all in monochrome without the lies. Just like a silver screen you walk into my life. You taught the star to light up what we’ll find. I’ll come alive saturated in your charms. We kiss the sky and dancing towards rainbows. Now it’s all in Technicolor with you! Thank’s so much for you guys, always accompany me anytime and for special my friends and my parents they make my heart full of color, flower, star, sun, moon, spirit, and smile. Once again, thank’s all, without you, I’m nothing ang I can’t stand now!!! <3 <3
HIYORI SARUGAKI Hiyori adalah seorang gadis kecil berambut pirang yang tempramental dan memiliki potensial untuk kekerasan. Rambutnya dikucir dua dan ia selalu memakai setelan olahraga berwarna merah (yang dihiasi dengan huruf kanji pertama dari namanya). Ia juga memiliki taring kecil di sisi kanan mulutnya. Hiyori seringkali menyiksa Shinji, biasanya dengan menamparnya dengan sandalnya. Topeng hollownya berbentuk seperti badak dengan cula disekitar dahi. Hiyori memerlukan waktu 69 menit 2 detik untuk menaklukan hollow di dalam dirinya, sama seperti ichigo yang sama lamanya, paling lama dibanding vizard- vizard lainya. Penampilan kepribadiannya yang sedikit tomboy dan namanya yang mengandung kata “saru” (monyet) di dalamnya membuatnya terkesan seperti ia dibesarkan di desa pegunungan dan terkesan agak kampungan.
HACHIGEN USHOUDA Vizard yang meiliki ukuran tubuh terbesar ini selalu mengenakan tuxedo dan rambut merah jambunya dihiasi dengan lambang tengkorak dan tulang. Ia biasanya dipanggil dengan nama Hacchi. Nampaknya, ia adalah ahli seni iblis karena ia selau ditunjuk untuk membuat dinding pelindung untuk para vizard. Ia juga sepertinya memilki kekuatan mirip Orihime, dan ialah yang menyembuhkan luka- luka Tsubaki sewaktu kekuatan Orihime tidak mencukupi
SOUKEN ISHIDA (seiyuu: Eiji Maruyama) Guru dari Ryouken, anaknya dan Uryuu, cucunya. Souken lahir tanggal 22 Maret adalah lelaki tua baik hati yang dikagumi Uryuu. Ia dibunuh oleh hollow yang secara sengaja dikirim oleh Mayuri Kurotsuchi untuk risetnya. Kematian Souken adalah alasan utama mengapa Ryouken membenci kaum shinigami.
URURU TSUMUGIYA Ururu adalah anak perempuan berambut hitam yang sangat lembut dan penurut. Di toko Urahara, tugasnya adalah melakukan pekerjaan kasar dan juga membantu Urahara saat melatih Ichigo. Ururu adalah Karakura merah jambu dalam grup Pahlawan Super Karakura dan senjatanya adalah meriam bercorong ganda. Sewaktu ia diserang hollow atau sedang terluka, kelakuanya berubah seperti robot. Jinta juga mengatakan apabila berada didekat makhluk spiritual seperti arrancar, reaksi Ururu sangat aneh. Pada saat demikian, Ururu hanya bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah tanpa menimbang- nimbang lebih jauh situasi sebenarnya. Contohnya: ia akan menganggap apapun sebagai “musuh” apabila “musuh” itu dapat membahayakan dirinya, dan menganggap semua musuh harus dibasmi. Sifat Ururu yang sangat lembut itu sepertinya tidak sesuai dengan kemampuan bertarungnya yang walaupun belum pasti, namun lumayan tinggi. (Urahara pernah mengatakan bahwa kemampuan Ururu adalah setingkat dengan “kebalikan shinigami”. Khususnya kekuatan kaki Ururu jauh lebih kat dari seharusnya, bahkan lebih kuat dibanding Kon sewaktu berada dalam tubuh Ichigo. Kemampuan bertarung Ururu terbukti pada saat ia memberikan Ilfort Grantz, tendangan mematikan di kepala sewaktu arrancar tersebut bertarung dengan renji. Bahkan, Ilfort Grantz harus mengeluarkan zanpakutonya setelah itu. Dalam versi anime. Ururu juga memberikan tendangan kuat kepada Baura, boneka paus raksasa milik Sawatari.
JINTA HANAKARI Jinta adalah anak laki- laki kecil berambut merah yang seharusnya bertugas mengerjakan kasar di toko Urahara, namun biasanya ia bermalas- malasan dan memaksa Ururu mengerjakan semua pekerjaannya. Ia bercita- cita ingin menjadi bintang bisbol, dan juga adalah karakura merah (posisi yang ia perjuangkan untuk mendapatkannya, karena Karin juga ingin menjadi Karakura merah). Jinta juga tampaknya menyukai Yuzu, dan ia memanggil Yuzu dengan sebutan “sang dewi”. Dalam bagian bonus pada episode anime Bleach, Jinta menunjukan kesukaanya terhadap Yuzu dengan memberikan diskon sewaktu Yuzu berbelanja di toko Urahara, dan sewaktu Yuzu memberika jimat keberuntungan padanya, Jinta memperlakukan itu sebagai benda yang amat berharga (sebenarnya, jimat keberuntungan itu adalah tubuh boneka Kon yang diikat dengan tali). Seperti halnya anggota toko Urahara yang lainya, Jinta kelihatan bijak dan dewasa ketika ia sedang serius. Walaupun ia sering mengganggu dan menggencet Ururu, sebenarnya Jinta menyayangi Ururu. Hal inni terlihat sewaktu ia membopong Ururu setelah Ururu dilukai oleh arrancar Ilfort Grantz. Seperti Ururu, Jinta meiliki kemampuan bertarung yang bisa dibandingkan dengan kekuatan shinigami, walaupun tidak seekstrim Ururu. Senjata utama Jinta adalah sebuah Tessen (sejenis kipas besi besar).
TESSAI TSUKABISHI Tessai adalah seorang lelaki bertubuh besar dan berotot, dan selalu mengenakan celemek. Pekerjaannya di toko Urahara tidak begitu jelas, tapi Tessai adalah asisten pribadi Urahara dalam urusan bisnis maupun urusan lainya. Tessai memilki keahlian menggunakan kido (seni iblis) dan hal ini terbukti pada saat ia menggunakan mantra pengikat tingkat ke 98, yang mungkin merupakan tersulit diantara mantra- mantra sejenisnya. Tessai juga memilki kekuatan fisik yang besar, dan ini terlihat sewaktu ia mampu menghancurkan kepala sebuah hollow menggunakan satu pukulan telapak terbuka saja. Ia juga sangat bangga akan toko Urahara. Sewaktu Orihime memuji keindahan ruang bawah tanah toko, Tessai berterima kasih pada Orihime sambil menangis terharu. Namun, sewaktu Soifon mengatakan bahwa toko Urahar sempit dan sumpek, Tessai langsung tersinggung dan bahkan Urahara harus menahan dan menenangkanya. Tessai juga merupakan salah seorang dari sedikit orang yang menganggap masakan Orihime lezat (contoh lainya adalah Rangiku Matsumoto). Tessai berusia lebih dari 200 tahun, terbukti pada saat ia mengatakan kepada Rukia bahwa mendengar kata “Quincy”, ia jadi teringat saat 200 tahun yang lalu.
Hari ini, senin 6 Desember 2010, di pagi yang mendung disertai hujan. Sejak pukul 00.00 tadi malam sahabatku mendapatkan umur yang keenam belas. Aku dan rombongan djappitholic (Mahar & Lintang) sudah merencanakan sesuatu pada H-1. pulang sekolah, setelah selesai ulangan semester hari itu dengan mata pelajar kimia, aku dan Lina segera bergegas pulang karena kami akan kerumah uput, yang berulang tahun. Lama aku menunggu sepeda motor yang dibawa ayahku, akhirnya aku dan Lia (Mahar) menjemput Lina dan langsung OTW ke rumah uput Sampai disana, si calon korban (korban tepung dan kawan-kawanya) baru saja bangun tidur. Karena dia bersekolah di kota sebelah, dia sudah di guyur adonan tepung bawang dulu oleh teman-temanya. Kami berakting bahwa kami tak merencanakan sesuatu dan hanya menodong untuk ditraktir. Busyet dah, mau makan bakso aja, muter- muter dulu se-Batang sampai bensinku habis satu kotak. Setelah makan kami membeli camilan dan si Mahar sepertinya memberi sinyal untuk segera melancarkan aksi. Syuuuuu, meluncurlah kami ke Lapangan sebelah sekolahku yang terkenal dengan nama lapangan dracik. Kami berfoto- foto lalu makan camilan dan yang tak boleh ketinggalan adalah rumpian khas djappitholic. Selagi menikmati sejuknya sore sambil makan, si mahar menyuruhku untuk melakukan serangan. Tapi aku tak merespon dan tiba- tiba “ceplokkkkk”. Sang telur mendarat sempurna dikepala si korban. Kontan si korban pusing karena ubun-ubunnya terbentur cangkang keras telur. Kami bertiga tertawa ngakak. Dan tentu saja si korban kaget bukan kepalang apalagi setelah melihat bungkusan putih yang tak lain dikira tepung biasa (padahal itu tepung tapioka). Refleks, si korban lari ke lapangan dracik. Kepalang tanggung, toh telur sudah dipecahkan kurang tepung dan jadilah adonan. Kami kejar si korban, tapi apa yang terjadi? Dengan wajah tak berdosa dia pakai helmku dan euh, jadilah helmku bau tertempel telur dari rambut si korban. Aku yang tak menceplokinya dengan telur dan sedang enak makan popcorn sambil melihat si korban dikejar tepung, sontak langsung menjerit histeris. Dan saat itu juga si Lia mengguyur si korban dengan tepung tapioka seharga 1500 perak. Dan “whuuusss”, baunya nggak ketulungan! Bau telur dicampur tapioka menyibak hidung. Segala benda- benda kami diraihnya untuk ikut dijadikan korban. Dan dengan segera kami selamatkan, aku yang lengah tiba- tiba jaketku ditarik si korban. Aku berusaha melepaskan diri dan menjerit- jerit. Si Lia menolongku dengan menaburkan tapioka ke wajahnya. That’s a pity. But her birthday must be happy and funny! Berkali- kali tubuhnya disiram tepung tapioka yang sengak baunya. Si Lina yang tugasnya merekam kejadian perkara pun tak lepas dari jerat balas dendam uput. Dipeluknya Lina dengan kasih sayang, tapi tentu saja Lina menolak karena pasti tubuhnya akan tertempel tapioka pula. Akhirnya senjata tepung kami habis, meskipun aku dan Lina tak ikut menyiram Uput, kami kena getahnya pula. Di penghujung acara, kami tak lupa mengabadikan momen berharga seperti ini untuk di upload ke facebook dan menjadi kenangan manis kami. Sudah saatnya, si orang yang berulang tahun dipayah habis- habisan, dan tak boleh lupa, Uput harus mencuci helmku yang amis bau telur!!!! Hahahahaha, aku cinta hari ini, 6 Desember 2010 pukul 13.00-18.00. ~djappitholic tapioka~ Happy Birthday for you my best friend, hanya ini yang bisa kami berikan padamu, tapi inilah tanda cinta kami yang besar untukmu.
MIZUIRO KOJIMA Walaupun wajahnya manis dan cara bicaranya lembut, Mizuiro sebenarnya menyukai wanita yang lebih tua. Seperti halnya karakter- karakter anime, ia selalu berhasil mendapatkan wanita yang diinginkannya. Sewaktu bersama Keigo, ia seringkali minta izin untuk pergi dulu untuk berkencan dengan seorang atau lebih dari seorang wanita (seringkali lebih dari seorang). Dalam bab ekstra volume 12 manga Bleach, ternyata diketahui bahwa sebelum SMP, Mizuiro tidak memiliki banyak teman. Ia juga amat jauh dengan ibunya yang jarang berada dirumah. Belakangan ini juga, ia memiliki kesadaran spiritual penuh seperti Tatsuki dan Keigo, iapun melihat Ichigo, Uryuu, dan Chad pergi ke Hueco Mundo.
CHIZURU HONSHOU Karakter yang satu ini mengaku bahwa dirinya lesbian, dan sepertinya bangga akan hal itu. Chizuru sering kali mengejar- ngejar Orihime Inoue, teman sekelasnya. Namun Tatsuki selalu menghalanginya. Chizuru memiliki rambut merah dan memakai kacamata berbingkai merah. Ia memanggil Orihime “Hime” yang selain merupakan kependekan dari Orihime juga berarti “puteri”. Menurut Chizuru, Tatsuki juga sangat cantik, tapi karena Tatsuki terlalu tomboy, ia kurang cocok dengan seleranya yang menyukai wanita feminin. Chizuru juga sering menggoda Kunieda, Mahana, dan Michiru dalam beberapa kesempatan. Ia menempati urutan 31 di kelasnya dalam ulangan umum.
RYOU KUNIEDA Ryou adalah perempuan dingin berkacamata (walaupun biasanya ia melepas kacamatanya sewaktu tidak diperlukan). Ia adalah siswi yang amat pandai (menempati peringkat 2 di sekolah), dan biasanya terlihat sedang belajar. Sebagai bintang olah raga lari di sekolah, ia bisa berlari sejauh 100 meter dalam waktu 12 detik persis.
MICHIRU OGAWA Michiru seringkali terlihat bersama Ryou Kunieda, dan merupakan teman sekelas Ichigo yang berteman dengan anak –anak perempuan lainnya termasuk Orihime, Tatsuki, dan Chizuru. Ia biasanya hanya jadi pengikut teman- temanya saja dan bukanya menjadi pemimpin dan menurutnya, Ichigo memiliki wajah yang menyeramkan.
MAHANA NATSUI Mahana juga seringkali terlihat bersama Ryou, dan merupakan teman sekelas Ichigo yang juga berteman dengan Orihime, Tatsuki, dan Chizuru. Walaupun jarang terlihat, ia adalah seorang yang ramah dan agak bawel.
MIZUHO ASANO Mizuho adalah kakak perempuan Keigo yang agak menakutkan dan susah diatur. Mizuho selalu menyuruh- nyuruh Keigo berbuat ini itu, seperti membeli jus dari mesin penjual jus kaleng otomatis. Apabila Keigo terlambat, ia akan menendang selangkangan Keigo (kakak yang kejam). Sewaktu Keigo membawa Ikaku dan Yumichika masuk ke rumahnya, Mizuho menyambut mereka dengan senang hati. Walaupun ia mengatakan bahwa alasan mengapa ia menerima Ikkaku dan Yumichika dengan senang hati adalah karena ia ingin menjadi seorang kakak yang baik, namun alasan sebenarnya adalah karena ia menyukai pria dengan kepala gundul. Mizuho senang berbicara dengan nada seksi dan seringkali memamerkan lekuk tubuhnya kepada laki- laki yang ia anggap tampan. Hal ini sering membuat Keigo malu.
REIICHI OSIMA Reiichi adalah anak lelaki dengan rambut yang dicat oranye. Ia selalu menantang Ichigo karena merasa Ichigo mencuri gayanya. Walaupun ia mengaku bahwa ia kuat, namun suatu kali, ia langsung kalah telak ketika Chad yang sedang terluka memukulnya dengan satu pukulan saja.
ICHIROU NANBUKEN Ichirou adalah siswa yang menempati peringkat ke 4 nilai tertinggi di sekolah.
MISATO OCHI Misato adalah wali kelas Ichigo. Ia adalah seorang guru yang mudah bergaul , dan selalu percaya akan alasan- alasan yang diberikan oleh murid- muridnya (bahkan alasan yang konyol dan tidak masuk akal sekalipun, contohnya: jatuh dari tangga dan sebagainya). Ia bahkan tidak keberatan dengan Ichigo dan teman- temanya yang memiliki bakat spritual tiba- tiba keluar dari kelas tanpa minta izin terlebih dulu. Ia juga tidak terlalu peduli bahwa murid- muridnya tidak terlalu menangkap isi pelajaran yang ia berikan. Sewaktu Ichigo kembali ke kelas setelah absen beberapa minggu, ia hanya menghukumnya dengan sangat ringan yakni dengan memukul pelan kepala Ichigo dua kali dengan menggunakan buku.
TETSUO MOMOHARA Tetsuo adalah teman sekelas Ichigo yang mencoba membujuk Ichigo untuk masuk ke klub karate. Ia juga marah karena Ichigo tidak ingat siapa dirinya. Setelah Renji dan Byakuya membawa Rukia kembali ke soul society, ia duduk di bangku Rukia.
KARAKTER- KARAKTER BLEACH A. DUNIA MANUSIA 1. Keluarga Kurosaki ISSHIN KUROSAKI Isshin adalah Ayah Ichigo yang agak aneh, nyentrik, tapi bisa berubah menjadi sosok ayah yang bijaksana pada saat- saat tertentu. Setelah beberapa lama serial BLEACH berjalan, kira- kira sampai episode 130 serial BLEACH pada animenya. Isshin diketahui adalah mantan shinigami yang berkekuatan besar sehingga hampir melampaui mantan kapten divisi 12 Urahara Kisuke. Isshin hanya akan merokok ketika ia sedang berziarah ke makam istrinya, padahal ia sudah berhenti merokok. Itu karena istrinya menyukai gayanya saat ia merokok. Isshin berprofesi sebagai dokter sekaligus bekerja di Klinik Kurosaki. Ia memasang besar- besar poster almarhum istrinya dan selalu bercerita dan berekspresi aneh di depan poster itu. Seiyuu : Toshiyuki Morikawa
ICHIGO KUROSAKI
KARIN KUROSAKI Karin adalah anak perempuan dari Isshin yang sinis dan sarkatis. Dibandingkan adiknya yang lemah lembut, Karin lebih berjiwa kepemimpinan. Karin adalah seorang pemain sepak bola yang handal, bahkan tendanganya mampu mengalahkan Hollow lemah. Sikap Karin yang keras disebabkan oleh kematian ibunya. Ia selalu merasa tidak mahir dalam pekerjaan rumah tangga seperti halnya Yuzu, dan ia berjanji takkan pernah menangis agar ia tidak membebani keluarganya dengan masalah pribadinya. Karin adalah seorang yang sensibel, dan tidak pernah ragu menendang kepala ayahnya, sewaktu ayahnya bersikap tidak masuk akal. Pada mulanya, ia tidak percaya bahwa arwah itu ada, walaupun ia bisa melihat arwah- arwah itu seperti Ichigo. Meski demikian, ia rela menggunakan kemampuan khususnya ini untuk mendapatkan sedikit uang, contohnya dengan bergabung dalam Pahlawan Super Karakura pimpinan Don Kanonji sebagai Karakura Merah. Karin sebenarnya mengetahui bahwa Ichigo adalah seorang shinigami dan ingin mengetahui mengapa Ichigo harus berkorban sedemikian rupa. Dalam bahasa Jepang, kata “Karin” berhomonim ‘buah kwinsi” (sejenis buah pir), yang cocok apabila dibandingkan dengan Ichigo yang berhomonim “buah arbei”. Seiyuu : Rie Kugimiya
YUZU KUROSAKI Yuzu adalah adik kembar tidak identik dari Karin (keduannya lahir pada tanggal 6 Mei), dan lebih lemah lembut dibandingkan Karin yang keras. Ia juga lebih empati dibandingkan Karin. Pekerjaan Yuzu adalah mengurus rumah tangga, seperti memasak dan merapikan ruang keluarga setiap hari. Ia juga memotong rambut Ichigo secara rutin. Yuzu senang bermain dengan Kon, ia tidak mengetahui bahwa Kon sebenarnya hidup. Ia sering mendandani Kon dengan pakaian perempuan dan mengelem aksesoris- aksesoris ke tubuh Kon (ihhh, jahat!), yang membuat Kon seringkali merasa amat malu. Tidak seperti halnya Karin dan Ichigo, Yuzu hanya bisa melihat arwah secara samar- samar. Kedua anak kembar ini juga bekerja di klinik Kurosaki. Dalam pahlawan super karakura, Yuzu adalah Karakura kuning. Kata “Yuzu” berhomonim dengan “jeruk nipis Jepang”
MASAKI KUROSAKI Masaki lahir pada tanggal 9 Juni, dan meninggal tanggal 17 Juni, adalah Ibu dari Ichigo, Karin, Yuzu. Ia meninggal sewaktu Ichigo masih kecil dan kematiannya sangat mempengaruhi keluarga Kurosaki. Isshin memasang besar poster dirinya dan kadangkala berbicara dan menangis didepan poster itu dengan jenaka. Pada mulanya, Ichigo mengira bahwa ibunya meninggal karena tertimpa reruntuhan, namun beberapa lama kemudian barulah ia sadar bahwa hollow Grand Fisherlah yang membunuh ibunya. Sebenarnya Grand Fisher pada awalnya ingin membunuh Ichigo, namun ia jadi membunuh Masaki karena kesukaanya terhadap korban wanita. Isshin dan Ichigo menyalahkan diri mereka sendiri atas kematian Masaki. Kematiannya membuat kepribadian ketiga anaknya berubah drastis. Ichigo yang tadinya penakut kini menjadi pemarah, Yuzu yang tadinya cengeng kini berubah menjadi ibu rumah tangga yang handal, dan karin yang tadinya juga cengeng kini menjadi keras hati.