Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s,when an unknown printer...
Kenapa website ini bisa dibilang termahal??? Ternyata negara kita telah berhasil membangun website termahal di dunia. Kenapa mahal? Ya karena website ini tidak ada manfaatnya sama sekali tetapi membutuhkan dana miliaran untuk membuat, memelihara dan mengembangkannya. Website ini benar - benar website.
"PALING TAK BERGUNA BAGI NUSA DAN BANGSA!"
Selain desainnya yang naujubile "JADUL" nya. Fitur - fiturnya juga tergolong sangat sederhana.
seharusnya dengan budget yg mereka keluarkan :
- biaya pembayaran provider website senilai Rp 8,4 miliar per tahun - biaya pemeliharaan situs senilai Rp 1,3 miliar. - program untuk pengembangan sistem informasi dengan budget Rp 9,3 miliar pada 2010 dan Rp 12 miliar pada 2009
seharusnya website ini sudah bisa di manfaatkan oleh masyarakat untuk :
- Berkomunikasi dengan wakil rakyat langsung seperti di facebook - Melihat informasi kegiatan anggota dewan - Melihat secara real time progress pekerjaan dewan - Melihat secara real time rencana anggaran belanja negara dll - dst... dan seterusnya
Tapi ternyata dengan anggaran seabrek - abrek itupun anggota dewan bahkan tetap menggunakan email @yahoo.com untuk ber email ria ????
AMPUN!!!!!
tanpa basa - basi mari kita lihat bersama - sama inilah website termahal tersebut :
tolong buat pak KPK ini di audit aja websitenya! muahal amat! kalau cuma website begituan sih sini biar saya aja yang buat gratis gak usah bayar! servernya pake hosting murah aja cuma Rp. 20 ribuan aja per bulan! setahun cuma habis 200 ribuan doang! wong gak ada yang baca juga karena toh isinya berita doang. mendingan kalau berita doang baca di detik atau kompas pak! gile aja ampe 8 Milliar!!! mending tuh duit buat bangun sekolah - sekolah unggulan
Bagaimana website DPR yang seharusnya?
Kalau mau buat yang bagus tuh tiru punya USA : http://www.house.gov/representatives/ di website itu tuh siapa aja penghuninya ketahuan. Bisa baca program kerja dan pekerjaan masing - masing anggotanya kemudian bisa dihubungi langsung seperti ini http://bonner.house.gov/
nooh baru namanya website dewan perwakilan rakyat!
website miliaran email aja masih @yahoo.com! anggota dewan perwakilan rakyat???? menurut saya BUBARIN AJA! gak ada gunanya tuh!
UPDATE TERAKHIR
Entah mungkin karena kaskuser pada tumpah ruah mengunjungi dpr.go.id atau karena emang server dpr.go.id nya yang kacangan. jam 14:00 WIB website ini tak bisa lagi dikunjungi. Kalau ini terjadi karena OVERLOAD BANDWIDTH.. maka sungguh disayangkan sebuah website PERWAKILAN RAKYAT yang katanya mewakili ratusan juta jiwa rakyat indonesia itu harus K.O saat dikunjungi ribuan orang saja!!!!
Sudah tak asing lagi di telinga penggemar lagu korea atau K-POP atau disebut juga Halyu, mengenai fenomena boyband dari Korea. Siapa tak kenal dengan Boyband bentukan SMentertaiment yang satu ini. Yah SHINee (pelafalan: Shiny) yag terbentuk 25 Mei 2008 dengan anggota Onew (leader), Jongyhun, Key, Minho, dan Taemin ini sudah menjadi boyband yang terkenal di Asia bahkan kini mereka sudah merambah ke benua Eropa. Lalu di tahun 2011 ini ada boyband pendatang baru dari DSPentertaiment, B1A4 (pelafalan: BoneAfour). Penamaan boyband ini didasarkan dari golongan darah masing- masing anggota yakni, Baro: B, Sandeul: A, Jinyoung: A, Gongchan: A, Cnu: A. Tapi disini tidak akan dibahas mengenai masing- masing boyband diatas melainkan kemiripan debut music video mereka. Sudah diketahui sewaktu SHINee melakukan debutnya, mereka meluncurkan sebuah MV yang berjudul Noona, Neomu Yeoppeo/ Replay (Noona, You’re So Pretty). Dan diawal debutnya juga, B1A4 juga meluncurkan sebuah MV berjudul OK. Dan di pagi hari ketika aku sedang menonton MV Replay, aku meyadari ada beberapa kemiripan antara MV Replay milik SHINee dengan MV OK milik B1A4. Ini dia beberapa kemiripannya.
1. Pemakaian Headphone
Di awal MV terlihat Jonghyun SHINee dan Jinyoung B1A4 sama- sama memakai headphone Di MV ini, Jonghyun tampak memakai headphone dan muncul di awal MV. Dan menceritakan bahwa Jonghyun melihat seorang wanita cantik di sebuah toko dan mengamatinya. Yah, namanya juga laki- laki.
Dan di MV OK juga, Jinyoung juga mengenakan headphone. Tak hanya jinyoung, Cnu pun juga mengenakan headphone berwarna merah. Dan kemunculannya di awal- awal MV. Bahkan Jinyoung tak hanya mendiamkan headphonenya namun juga menggunakannya untuk mendengarkan gubahan lagunya.
Di awal MV juga bercerita tentang Jinyoung yang sedang mengarang sebuah lagu. Dan mencoba beberapa alat musik lainnya seperti gitar dan keyboard.
2. Kalung rantai dan topi Di MV Noona Neomu Yeoppoe, yang memakai kalung rantai ada dua yakni Jonghyun dan Onew. Namun, kalung rantai milik Onew berwarna emas dan warna silver yang dipakai Jonghyun. Dan mereka hanya mengenakan kalung rantai ini pada scene yang semua member memakai baju warna merah.
Onew juga memakai topi bertuliskan Shinee dan hanya dipakainya juga hanya pada scene yang semua member mengenakan baju merah. Sedangkan di MV OK, ada Baro yang selalu memakai kalung rantai berwarna emas dan memakai topi di semua bagian scene. Dan Sandeul yang juga mengenakan tiga jenis topi pada MV. 3. Satu perempuan diantara lima lelaki Karena judulnya saja, Noona You’re So Pretty maka MV ini menampilkan seorang wanita cantik yang diperebutkan oleh kelima member SHINee. Sedangkan pada MV OK, juga terdapat satu perempuan yang juga diperebutkan kelima member B1A4.
4. Latar Belakang dan Kostum Pada awal MV Replay, tampak latar belakang dengan background hitam dan dihiasi lampu- lampu membentuk bintang yang bercahaya dan berkedip- kedip.
Dan pada latar belakang ini pula semua member mengenakan kostum warna merah dan hanya berbeda stylenya saja.
Sedangkan pada MV B1A4, latar belakangnya juga dengan background warna hitam dan dihiasi lampu- lampu yang membentuk nama grup mereka dan juga berkedip- kedip.
Dan pada background ini pula, para member B1A4 mengenakan kostum berwarna senada yakni biru dan pink dengan style yang berbeda- beda pula.
5. Bola Basket Di MV Replay hanya tampak member SHINee Key dan Minho saja yang bermain basket.
Namun, pada MV OK, awalnya hanya Cnu saja yang bemain basket namun hingga seterusnya semua member ikut bermain basket.
Overall, meskipun banyak kemiripan. Tapi ada perbedaan mencolok antara MV Replay dengan MV OK yakni pada isinya. Meskipun MV Replay juga MV debut SHINee, tapi didalamnya hanya terdapat dua jenis adegan yakni sewaktu menyanyi solois dengan sedikit sketsa dan sisanya pure menari. Jadi tidak terlihat kalau mereka baru saja debut. Apalagi didukung oleh kemampuan menari yang sungguh- sungguh sudah terlatih dan profesional. Namun, pada MV OK. Adegan menari para member porsinya agak kurang. Dan justru banyak terlihat seperti pengenalan member yang terlalu berlebihan. Meskipun sketsa solois menyanyi mereka bagus dan ada bagian yang mengenalkan mereka dengan rinci, tapi para member seperti kurang puas dan berebut tampil di depan kamera untuk memperkenalkan diri mereka sendiri. Tapi menurutku, kedua music video ini bagus dan layak untuk ditonton dan lagunya juga sangat enjoy untuk didengar. Cocok dengan usia mereka yang masih muda- muda. So, let’s have fun with the song guys!
Tak terasa sudah satu tahun kami lewati bersama dalam satu kelas ini, sepuluh enam. Berbagai kenangan akan tersimpan rapi dan tak akan lekang oleh waktu. Berbagai kelakuan yang mengesankan, menjengkelkan, bahkan lucu telah kami lakukan. Salah satunya kenangan indah ini.
Aku masih ingat, waktu itu hari Jumat 28 Januari 2011. Pagi- pagi kami sudah berkumpul di sekolah. Hari ini akan lain dari hari- hari lainnya karena sekolah tidak langsung mengadakan kegiatan belajar mengajar seperti biasa melainkan kegiatan jalan sehat yang langsung diikuti dengan kegiatan penanaman pohon. Nama acara ini adalah Go Green.
Seharusnya setelah kami berjalan- jalan, kami harus menanam pohon. Tapi teman- temanku justru mengerjakan tugas Pkn mereka. Hal ini membuatku marah, aku juga belum mengerjakan tugasku dan aku malah bersusah payah mengurus pohon yang akan kami tanam. Suasana memanas karena aku membentak mereka dan menyuruh untuk mulai menanam. Tapi, mereka mengerti dan segera mengerahkan diri dan mulai menanam.
Peristiwa sebenarnya justru terjadi seusai kami menanam pohon. Pelajaran dimulai kembali seperti biasa. Dan pelajaran saat itu adalah pelajaran sejarah.
Aku dan salah satu temanku duduk di barisan belakang. Karena kekurangan pekerjaan, akhirnya temanku yang bernama Farah itu mengeluarkan kamera digitalnya. Aku memandanginya dengan penuh gejolak. Kamipun beraksi. Blitz pada kamera dimatikan, akupun mengawasi pak Bagyo. Dan saat pak Bagyo sedang tidak memperhatikan kami, Farah memotret Theo dan Nia yang saat itu sedang berdiri di depan mempresentasikan hasil diskusi kelompok mereka.
“Jpreett.” Yap dapat satu. Karena merasa berhasil memotret saat pelajaran dan merasa kurang puas, akupun menyuruh Farah untuk memotretku. “Jeprrett.” Pak Bagyo sepertinya menyadari sesuatu, aku dan Farahpun segera bersikap seolah-seolah sedang memperhatikan Theo dan Nia yang sedang berpresentasi.
Saat Pak Bagyo mengalihkan perhatiannya lagi, si Wikan dan Resnu yang duduk di belakang kami meminta untuk di potret juga. “Jprettt.” Waduh sial, blitz kamera yang tadi dimatikan kini menyala lagi. Jadilah Pak Bagyo kaget dan beliau berdiri mencari keanehan cahaya blitz dari kamera temanku. Beliau tampak mencari- cari dari mana arah cahaya kilat tadi, padahal diluar cuacanya terang benderang. Aku dan farah segera bersikap biasa kembali, aku berpura- pura membaca buku sambil tertawa cekikikan.
Lalu Pak Bagyo duduk lagi tanpa menanyakan cahaya kilat aneh yang ia sadari. Suasana saat itu mendukung sekali, teman- teman kami tidak menyadari kalau kami sedang sibuk memotret kelas. Mereka duduk santai sambil terus memperhatikan objek di depan mereka. Mungkin karena ini Pak Bagyo tidak menanyakan keanehan yang terjadi karena mungkin hanya beliau yang menyadari.
Merasa selamat dan karena Resnu belum di potret, dan karena kami murid yang bandel. Kami kembali memotret. “jeprett.” Blitz menyala kembali, Pak Bagyo dengan sigap langsung berdiri dan menyadari cahaya kilatan kamera kami. (Maafkan kami pak, kami justru foto- foto ketika pelajaran berlangsung) Kami serempak juga menyadari Pak Bagyo sudah berdiri dan mencari tau asal cahaya kilatan itu. Kini aku tanpa berpura- pura memperhatikan yang sedang memprestasikan mengenai kehidupan awal masyarakat Indonesia sambil menahan tawa. Farah yang kaget langsung menyembunyikan kameranya di balik tasnya.
Lama Pak Bagyo berdiri. Tapi teman- temanku tak ada satupun yang curiga dan tak ada yang berpaling memandangi kami. Kami seperti berkamuflase diantara semua murid. Tapi sepertinya Pak Bagyo menyadari kalau cahaya blitz itu datangnya dari arah kami duduk. Ketika aku melihat Pak Bagyo, beliau sedang memandangi kami. Akupun memberitahu Farah. Dia takut kameranya diambil Pak Bagyo. Tapi, Pak Bagyo tidak mengambil tindakan dan malah duduk kembali.
Kamipun menghentikan aksi kami dan kembali serius mengikuti pelajarn. Aku merasa kurang puas karena ada satu yang belum terpotret, yaitu Pak Bagyo. Tapi kami tidak mau mengambil resiko dan tidak mau bandel lebih jauh.
Maafkan kami pak, maafkan kelakuan kami waktu itu. Kini kelakuan kami pada saat itu menjadi salah satu kenangan yang selalu membuatku tertawa terbahak- bahak jika mengingatanya.
malem ini, gue sengaja mantengin diri di depan laptop, buka sana sini, ngklik ini itu buat ngebunuh waktu. ini semua gue lakuin karan satu hal, tanggal 21 juni itu tanggal ulang tahunya calon suami gue, namanya KIM RYEOWOOK.
siapa tak kenal dia? si Boy anak orang kaya.. #jiah malah nyanyi catatan si boy
KIM RYEOWOOK itu member SUPER JUNIOR yang amat fenomenal itu. dia salah satu penyumbang vokal terbaik, dia juga member di sub grup SUPER JUNIOR K.R.Y sama SUPER JUNIOR M.
hari ini, jam 10 waktu Indonesia dia uda menginjak usia 25 tahun, sebenernya 24 tahun tapi di Korea orok di kandungan diitung satu tahun, jadi bayi lahir umurnya uda setahun #jadi kagak ada yang namanya acara tujuh bulanan!
sebenernya gue pengeeeennn banget ngasih sesuatu yang bermakna di hari ulang tahunnya ini, tapi apa mau dikata, gua sibuk banget #jangan pada syirik! seharian ini aja gua ada acara perpisahan kelas. padahal gua ada rencana buat ngasih video gue yang isinya gue nyanyi lagu sambil gitaran yang gue tujuin buat si unyu unyu wookie, boleh jadi gue masukin youtube abis itu viewernya booming, video gue heboh. sana sini beritain video gue #keong racun ama briptu norman lewat! dan ada dermawan yang mau bayarin gue biar bisa ketemu sama jodoh gue di Korea nan jauh disana. AMIEN!
tapi itu semua cuman harapan gue, Tuhan yang menentukan takdir gue. yah, daripada gua nggak ngasih apa apa. akhirnya gue ngucapin "SAENGIL CHUKKAE HAMNIDA RYEOWOOK OPAA!" di akun fb sama twitter gue. gue nggak ngarep my beloved oppa mention tweet gue. percuma, gue dan jutaan cewek pemimpi di dunia yang uda mention ke akun Wookie opaa ngga ada yang di retweet. jadi, cuman ngrame ngramein dan E.L.F cuma bisa buat Wookie jadi trending topic. ato mungkin ada yang uda nyiapin hadiah spesial.
gue cuma bisa ngarep suatu saat gue bisa ngasih kado paling istimewa langsung ke Wookie oppa.
#maaf, gue belom bisa masukin banner foto ultah Wookie, maklum gue ngantuk daripada entar hasilnya ancur, mending besok aja gue upload.
tapi gue cantumin tweetdan pic terakhir Wookie tepat hari ultahnya beserta translatenya :
Translate : Today is my birthday ^^kya kya Our hyungs and noonas are celebrating to me. Took one photo with holding the cake. Please look forward to musical too!!!!! AOH~~~~ㅋㅋ
dan ini foto yang diambil pas tanggal 21 juni 2011
Pada jam ini, menit ini, dan detik ini, di Rumah Sakit Bina Mulia Surakarta akan terjadi sesuatu peristiwa hebat dalam hidupku.
***
Seorang dokter tengah memeriksa keadaan mama dan beberapa suster mulai memasangi alat kesehatan pada tubuh mama. Dari salah satu alat, ada alat dengan layar yang menampilkan detak jantung mama seperti tulisan sandi rumput. Kuperhatikan dengan seksama kalau- kalau sandi rumput itu berubah menjadi garis vertikal yang sangat panjang.
“Maaf, anda harus keluar dulu!” perintah seorang suster sambil menggiringku keluar ruangan.
“Tapi sus, mama saya sedang kritis. Saya harus menemaninya disini!” berontakku.
“Anda akan mengganggu kalau masih tetap disini!”
Jderr! Pintu ruangan tertutup. Akupun hanya bisa menatap mama dari luar melalui kaca pintu.
Kuputuskan untuk menunggu dan aku duduk di kursi tunggu sambil merenung, jika aku kehilangan mama maka aku tak memiliki siapa- siapa lagi di dunia ini. kepalaku pening dan akupun terbang ke alam mimpi yang tenang.
***
“Maaf mbak, anda sudah bisa masuk. Beliau sudah melewati kritis dan kini sudah mulai membaik.” Kata suster sambil membangunkanku.
Aku terjaga, kutengok jam ditangan. Pukul 08.45, sudah 6 jam mama melewati kritisnya. Masih dengan kepala pening aku masuk ke ruangan mama. Alat- alat kesehatan sudah tak sebanyak tadi malam, beberapa dicopot. Aku duduk disampingnya, memegang tanganya.
“Ma, mama bangun, Resta ada disini.” Kuelus tangan mama lembut.
Wanita renta ini harus berjuang melawan virus kanker di masa tuanya. Sepeninggal papa, mamalah tulang punggung keluarga. Meskipun anaknya hanya aku, beliau selalu bekerja keras. Beliau bilang kalau ia ingin terus mengumpulkan uang untuk biaya hidupku jika ia meninggalkanku nanti. Di usianya yang hampir mencapai kepala enam, semangatnya tak serta merta padam. Dari uang pensuinan papa, penghasilan mama, dan uang hasil dari jualan butik kecilku, sebenarnya hidup kami masih sangat berkecukupuan tapi entah mengapa mama tak berhenti bekerja sebagai customer service di sebuah perusahaan swasta di Surakarta. Hingga akhirnya virus kanker rahim menggerogoti tubuh tuanya yang ia paksa bekerja keras.
Tampaknya mama belum mau membukakan matanya untukku, mungkin dia kelelahan jadi dia masih ingin tidur. Kuputuskan untuk meninggalkan rumah sakit dan pulang kerumah untuk mandi lalu berangkat kuliah.
***
Rumah besar yang tampak di depan jalan Flamboyan 5/A Perumahan Asri Surakarta adalah tempat tinggalku. Aku tidak bisa membayangkan jika aku tinggal sendirian di rumah besar peninggalan papa, padahal tinggal berdua dengan mama saja sudah kesepian.
“Hey Rest, gimana keadaan mamamu? Kamu baru pulang dari rumah sakit kan?” tanya seseorang.
Kutoleh kebelakang.
“Oh, yah tadi malam mama mengalami kritis tapi sudah mulai membaik.”
“Tampaknya kamu sangat lelah, apa habis ini kamu berangkat kuliah?”
“Yah gitulah, mau gimana lagi. Aku harus ngejar ketinggalanku, skripsi sudah di depan mata.”
“Kalau gitu, nanti kamu berangkat bareng aku aja!”
“Apa si Kania nggak marah? Entar aku mau di jemput sama Rendra kok!”
“Oh ya udah kalau gitu..”
“Aku masuk dulu Al, mau mandi!”
***
Segarnya tubuh ini setelah diguyur dinginnya air. Pikiranku juga mulai mendingin setelah penat semalam. Kurebahkan tubuh pada kasur, nyaman sekali. Kulirik jam dinding, sudah pukul sepuluh. Aku harus cepat- cepat berdandan dan segera berangkat agar tak terlambat.
Kunanti Rendra, namun batang hidungnya tak juga nampak. Terdengar suara vespa Al yang meraung- raung di panaskan. Aku mulai gelisah sendiri, hingga pukul 10.15 Rendra belum juga menjemputku. Ting Tong. Suara bel, pasti Rendra!
Aku berlari meraih daun telinga pintu dan kubukakan pintu untuk Rendra, tapi bukan Rendra yang berdiri memencet bel.
“Hey Res, aku mau berangkat kuliah dan aku nggak nglihat Rendra datang jemput kamu, jadi aku dateng buat mastiin kamu berangkat belum. Ternyata kamu belum berangkat, kamu mau berangkat sama aku?”
Aku menimbang- nimbang.
“Ya sudah, ayo kita berangkat!”
Terserah mau berangkat kuliah dengan siapa asal aku sampai di kampus tepat waktu. Akhirnya aku naik vespa Al dan ia geber vespanya agar kami tak terlambat. Sudah lama aku tidak naik vespa milik Al, semenjak Rendra ada di sampingku. Al, orang ini adalah teman masa kecilku. Sejak keluargaku pindah dari Makasar ke Surakarta dan menempati rumah kami, keluarga Al lah yang pertama kami kenal. Rumahnya berhadapan dengan rumahku. Reza Alkiela Radhite nama lengkapnya, di panggil Alkiel oleh orang- orang, tapi aku memanggilnya Al dan ia tak menolak jika aku memanggilnya Al. Dia sebaya dengaku dan dari sekolah dasar hingga kuliah kami selalu bersama, kami sudah seperti kakak dan adik. Waktu SD dulu, aku sangat pemalu dan menjadi bahan ejekan serta kerap diganggu oleh teman- temanku, lalu Al datang sebagai pahlawanku. Selalu begitu hingga kami masuk SMA, kami berangkat dan pulang bersama naik vespanya. Semenjak aku masuk universitas danmempunyai kekasih, Rendra, kedekatan kami mulai berkurang. Lagipula, Al juga tengah dekat dengan teman sekelasnya, Kania. Namun, tiap akhir pekan kami masih sering menghabiskan bersama, bersama orang terkasih kami juga tentunya.
Akhirnya sampai juga kami di kampus. Aku masuk ke kelas kedokteran sedangkan Al masuk di kelas jurusan pendidikan. Dia ingin menjadi guru sejarah.
Seusai kelas, aku langsung menuju butikku. Di butikku, aku pekerjakan tiga orang karyawan, terkadang aku juga terjun langsung melayani pembeli.
Dari butik aku meluncur menuju rumah sakit. Mama masih belum terjaga dari kritisnya. Aku harus bersabar menerima semua cobaan ini. Selepas shalat Ashar, kulantunkan ayat- ayat surat yasin untuk mama. Tak terasa air mataku menetes. Aku harus kuat, tuntutku!
“Assalamualaikum...”
Kuusap air mataku, kutengok ke pintu. Ternyata tante Ani dan om Widi datang lagi menjenguk mama.
“Wa’alaikumsalam... tante, om..”
“Mama gimana Rest? Sudah ada perubahan?” tanya om Widi.
“Yah gini om, mama sudah melewati masa kritisnya semalam. Dan kata dokter, mama belum siuman karena pengaruh obat bius, mungkin nanti malam mama akan sadar.” jawabku.
“Kamu yang sabar ya Resta, tante dan om akan selalu di sisimu setiap kamu membutuhkan kami. Kami ini juga sudah seperti orang tuamu.” kata tante Ani.
“Iya, makasih tante dukungannya.”
“Lhoh Rest, Alkiel belum kesini ya?” tanya tante Ani.
“Belum tante, memangnya kenapa?”
“Katanya pulang kuliah dia mau kesini nemenin kamu.”
Klek. suara pintu di buka.
“Asalamualaikum...”
“Wa’alaikumslam...”
“Lhoh semua ada disini ya?”
“Eh, orang yang diomongin sudah datang. Iya nih Al, Bapak sama Ibu sudah dari tadi disini. Mau cari tahu keadaan tante Ros.” kata bapak Al.
“Oh ya, Resta pasti belum makan siang kan? Makan siang dulu gih sama Alkiel, biar mamamu tante yang jaga.”
“Ups.., perutku ini ah, nggak laper juga bunyi. Hahaha...”
“Udahlah Rest, kamu pasti lapar, pasti dari semalam kamu belum makan apa- apa. Biar tante sama om aja yang gantian jaga mamamu. Kamu makan siang aja!” suruh tante Ani.
Bener sih omongan tante Ani, aku belum makan apa- apa dari semalam. Aku hanya memikirkan mama dan tak mempedulikan kesehatan diriku sendiri. Pikirku.
“Udahlah Rest, mau makan aja mikir dulu. Kebanyakan mikir kamu!” kata Al sambil menarik lenganku.
“Pak, Bu kita makan siang dulu ya?” pinta Al sambil membawaku keluar ruangan. Aku menurut saja.
Warung di depan rumah sakit itulah yang akhirnya kami pilih untuk makan siang.
“Kamu itu, nggak boleh ngacuhin kondisi tubuh kamu. Jujur! Kamu pasti belum makan dari tadi malam?!” Al mengintrogasiku dengan mulut penuh nasi.
“Memangnya kenapa? Aku emang nggak laper kok, lagipula aku lupa kalo aku belum makan.” elakku.
“Lupa..lupa! bisa- bisanya makan lupa! Dulu kamu itu raja makan, kalo nggak makan 5 piring sehari aja udah demam. Nah ini, nggak makan dua hari. Entar kalo kamu sakit gimana?”
“Yah kalo aku sakit biar sekalian nginep di rumah sakit sama mama!” “Kamu itu ya, orang apa batu sih? Dari dulu keras kepalanya nggak ngilang- ngilang! Katanya udah dewasa, tapi sikapnya nggak berubah masih kekanak- kanakan kayak dulu?!”
“Ah apaan sih? Aku emang keras kepala kok, udah mendarah daging, nggak bisa diilangin! Kamu lagi, dari dulu juga nggak berubah! Selalu aja nyeramahin aku kayak pak satpam pas nasehatin kita yang sering telat masuk sekolah!”
“Yee, telat sekolah kan karna dulu kamu itu ndut, jadi vespaku sering mogok gara- gara boncengin orang gendut!”
“Aku nggak gendut, cuma chubby aja! Tapi sekarang kan udah kurus!”
Aku menjulurkan lidahku pada Al. Sudah lama ini aku tidak bercanda dan bermanja- manja padanya. Aku sangat merindukan momen- momen seperti ini. Kapan lagi hal seperti akan terjadi.
“Yee, malah ngelamunin aku. Buruan nasinya di habisin! Kasian bapak ibuku nunggu lama!”
“Iya..iya mister bawel!”
***
“Maaf pak bu, Alkiel lama. Habis Resta makan sambil mikir jadi lama.”
“Apaan? Kamu juga yang ngajak ngobrol waktu makan, jadi lama!” bantahku.
“Sudah..sudah, nggak usah ribut. Ibu nggak nunggu lama kok.” kata tante Ani.
“Tante om, kalo mau pulang sekarang nggak apa- apa kok. Resta udah makan jadi udah tambah tenaga buat jagain mama.”
“Bener nih, Resta nggak apa- apa?” tanya om Widi memastikan.
“Iya nggak apa- apa.”
“Kalo gitu, biar Alkiel disini jagain kamu yah?”
“Nggak usah tante, dia pasti punya banyak tugas. Biar Al pulang saja tante.
“Ya sudah, aku sama bapak ibuku pulang dulu ya Rest. Jangan lupa makan!” kata Al mengingatkan.
“Iya...”
Ruangan kembali senyap. Sepulang Al, aku langsung merindukannya. Merindukan ejekannya, leluconnya, dan omelannya yang mampu membuatku semangat menjalani hari. Dia memang sahabatku yang paling mengertiku yang begitu berharga.
Ceklekk..
“Assalamualaikum...”
Suara itu kukenal. Ku pandang pintu ruangangan, di sudut pintu tengah berdiri lelaki tinggi tampan berparas Indonesia-Asia. Tak salah lagi, Rendra. Aku berlari ke arahnya dan segera memluknya. Air mataku tak dapat ku bendung dan mengalir deras membanjiri kemeja biru kotak-kotaknya.
“Kamu keman aja? Dari tadi pagi aku nungguin kamu. Ditelpon nggak aktif, di kampus nggak ada. Aku gelisah nunggunin kamu tahu!” cerocosku memarahi Rendra yang menghilang tanpa pesan.
“Maaf Rest, aku pergi ke Yogya dari kemaren sore habis nganterin kamu ke rumah sakit. Ada urusan penting yang harus kuurus.” jawab Rendra.
“Urusan penting apa sampe kamu nggak ngabarin aku?”
“Maaf karena keburu waktu, hapeku ketinggalan dan baterenyapun habis. Biasalah, masalah pakde. Pakde berulah lagi, jadi aku di suruh rapat keluarga dadakan di Yogya. Kamu marah ya?” tanya Rendra.
“Iya aku marah kamu ngilang nggak ngasih kabar. Tapi aku lega akhirnya kamu dateng kesini.” jawabku.
“Terus gimana mama kamu?” tanya Rendra semabri menuntunku duduk di sofa.
“Huft.. dia belum sadar. Mungkin sebentar lagi dia siuman. Rendra aku butuh dukungan kamu.”
“Iya Resta sayang, aku akan selalu di sisimu. Kita lewatin ini bareng- bareng.”
Aku merasa amat tenang mendengar jawabannya.
Rendra, Nalendra Kusuma Jaya, seorang mahasiswa jurusan pendidikan ekonomi. Sudak kupacari sejak satu tahun yang lalu. Dialah yang mengenalkan bisnis butik padaku, karena dia juga memiliki usaha mengelola sebuah resto di Surakarta. Usaha sampingannya yang mampu mencukupi kebutuhannya sendiri, maklum keluarganya ada di Yogya dan dia pergi ke Surakarta untuk menuntut ilmu. Sejak saat itu aku mulai tertarik padanya.
Menurutku, di setiap penampilan Super Junior, Yesunglah yang bernyanyi paling bagus, Eunhyuk yang selalu berpenampilan paling keren dan modis, sedangkan Siwon yang memang paling tampak sempurna. Namun, di 13 kerlip Bintang Super Junior, kedip bintang Ryeowooklah yang mampu membuat mataku tak mampu berpaling darinya. Bagiku, dialah yang bernyanyi dengan merdu, dia yang tampil apa adanya namun sungguh menarik, dan dia yang paling sempurna di hatiku.
Jika aku mendapat suatu kesempatan untuk melihat konser Super Junior, tak akan kubiarkan kelopak mataku menutup pandanganku sepermilisekonpun, akan kupicingkan mataku dan memutar- mutar sesuai liukan gerakan Ryeowook. Kamera semahal apapun tak akan ada yang bisa menggantikan sepasang mata ini. Karena video yang terekam dalam otak lebih berharga dibandingkan rekaman manapun. Rasanya ingin kulepaskan jantung ini sejenak agar detaknya tak mengganggu pendengaranku yang serius menyimak suara Ryeowook. Pemutar lagu secanggih apapun tak ada bandingnya dengan kedua telingaku.
Jika aku mendapat anugerah untuk bisa bertemu dengan seorang Kim Ryeowook, tak akan kubiarkan ada waktu dan perpisahan di dunia ini. Tak ada detik sang waktu, matahari terbit dan tenggelam tanpa henti. Yang terpenting tidak ada waktu, si penghalang utama yang mampu memisahkanku dengan Ryeowook.“Kim Ryeowook, aku ingin menjadi kedua tangan dan kakimu. Aku ingin menjadi bagian dirimu agar kita selalu bersama dan takkan terpisahkan. Meskipun jarak 8 tahun membentang itu bukan masalah besar. Meskipun aku di Indonesia dan engkau di Korea, itu bukan penghambat.” Itulah kalimat yang ingin kuucapkan bila aku bertemu dengannya, dengan bahasa Korea yang benar pastinya, bukan suara hati.
Leeteuk - Teuki - Angel - Park Jung Soo Heechul - Chulie - Petal - Kim Hee Chul Hangeng - Gege - Gengfans - Tan Hankyung Eunhyuk - Hyukie - Jewelery - Lee Hyuk Jae Donghae - Haepa - Fishy - Lee Dong Hae Yesung - Yepa - Cloud - Kim Jong Woon Sungmin - Minnie - Pumpkin - Lee Sung Min Shindong- Shinpa - Shinsfriends - Shin Dong Hee Siwon - Wonie - Simba - Choi Si Won Kibum - Bummie - Snow White - Kim Ki Bum Kyuhyun - Kyunie - Sparkyu - Cho Kyu Hyun Kangin - Kangin - Racoon - Kim Yong Woon Ryeowook- Wookie - Ryeosomnia - Kim Ryeo Wook
Place and Date Of Birth Leeteuk Seoul, South Korea / 1 July 1983 Heechul Seoul, South Korea / 10 July 1983 Hangeng Mudanjiang, Heilongjiang, China / 9 February 1984 Eunhyuk South Korea / 4 April 1986 Donghae Mokpo, Jeollanam-do, South Korea / 15 Oktober 1986 Yesung Seoul, South Korea / 24 August 1984 Sungmin South Korea / 1 January 1986 Shindong Seoul, South Korea / 28 September 1985 Siwon Seoul, South Korea / 10 February 1987 Kibum Seoul, South Korea / 21 August 1987 Kyuhyun South Korea / 3 February 1988 Kangin Seoul, South Korea / 17 January 1985 Ryeowook Seoul, South Korea / 21 June 1987
School
Leeteuk : Paekche Junior College
Heechul : Sangji University
Hangeng : Central University for Nationalities
Beijing
Eunhyuk : Paichai University
Donghae : Myongji University (Major : Performance Arts)
Yesung : Chungwoon University
Sungmin : Myongji University (Major : Film Musical, transferred from Seoul Institute of the Arts)
Shindong: Paekche Junior College (Major : Dance)
Siwon : Inha University (Major : Physical education)
Kibum : Inha University
Kyuhyun : Kyunghee University (Major: Post-modern Music)
Kangin : Kyunghee Cyber University (Major: Cultural Arts Management)
Ryeowook: Inha University (Major : Theater Arts)
Genre
Leeteuk : K-pop, Trot
Heechul : K-pop, alternative rock, Trot
Hangeng : Mandopop
Eunhyuk : K-pop, Hip hop, R&B, Trot
Donghae : K-pop, Mandopop, Hip hop, R&B
Yesung : K-pop, R&B
Sungmin : K-pop, Trot, Mandopop
Shindong: K-pop, Hip hop, R&B, Trot
Siwon : K-pop, Mandopo
Kibum : K-pop, R&B
Kyuhyun : K-pop, Mandopop
Kangin : K-pop, trot
Ryeowook: K-pop, Mandopo, R&B
SIBLING
Leeteuk : Park Inyoung (older sister)
Heechul : Kim Heejin (older sister)
Hangeng : None
Eunhyuk : Lee Sora (older sister)
Donghae : Lee Donghwa (older brother)
Yesung : Kim Jongjin (older brother)
Sungmin : Lee Sungjin (younger brother)
Shindong : None
Siwon : Choi Jiwon (younger sister)
Kibum : Kim Saehee (younger sister)
Kyuhyun : Cho Ara (older sister)
Kangin : None
Ryeowook : Kim Jungwook (younger brother)
Position in super junior
Leeteuk : Leader, Sub-vocal
Heechul : Sub-leader, Rapper, Sub-vocal
Hangeng : Sub-vocal
Eunhyuk : Rapper
Donghae : Main vocal, Rapper
Yesung : Lead vocal
Sungmin : Main vocal
Shindong : Rapper
Siwon : Sub vocal
Kibum : Rapper
Kyuhyun : Main vocal
Kangin : Sub vocal
Ryeowook : Main vocal
OCCUPATION
Leeteuk : Singer, Dancer, Actor, TV host, Dj, MC
Heechul : Singer, Dancer, Actor, TV host, Dj, MC, Model
Hangeng : Singer, MC, Actor, Model, Dancer
Eunhyuk : Singer, Songwriter, Dancer, Actor, MC, Dj
Donghae : Singer, Dancer, Actor, TV host, Dj, MC, Model