• Post Title

    Category

    Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s,when an unknown printer...

    Buton


  • SINOPSIS

    Pelaku pembunuhan berantai sadis yang telah diburu oleh komisaris matsumoto selama bertahun-tahun.

    Saat kasus pembunuhan berantai itu hampir mencapai masa kedaluwarsa, tiba-tiba muncul seorang lelaki yang sesuai dengan ciri-ciri tersangka!

    Satu-satunya petunjuk adalah lagu "Let It Be" yang disiulkan oleh pelaku.

    Kebenaran apa yang ada di balik kasus itu!?

    Juga ada kasus Saba, Koi, Tai dan Hirame, serta bagian awal melawan Kid si Pencuri!


    DETAIL
    Harga Rp. 13. 200,00
    JudulDetektif Conan 64
    SeriDetektif Conan
    ISBN / EAN9786020013480 / 9786020013480
    AuthorAoyama Gosho
    PublisherELEX MEDIA
    Publish26 Oktober 2011
    Pages192
    Weight135 gram
    Dimension (mm)114 x 172
    Tag Komik dan Novel Grafis, Manga

          Tahun 1997 di Klaten, ketika subuh lahir anakan anjing yang sampai saat ini aku tidak tau rasnya. Di kebun rumahku di bawah tumpukan daun kelapa kering, beberapa anak anjing lucu baru saja lahir dari rahim induk anjing betina Mopi dan induk jantan Kapok. Akupun berkesempatan untuk memilih satu diantara sekian anak anjing yang unyu- unyu itu, dan kupilihlah satu dan dinamai Miko, singkatan dari nama kedua induknya. Miko memiliki bulu berwarna hitam dan putih.


          Miko aku bawa masuk kerumah dan kuletakan dibawah lemari usang di depan kandang burung puyuh ayahku. Nasib anakan anjing yang lainnya aku tak tahu. Mungkin mereka di titipkan ke kerabat Neneku yang lain.
              
          Keesokannya harinya, aku kaget dan hampir menagis karena Miko tidak membuka kedua matanya. Aku kira ia buta dan aku sangat bersedih. Tapi, kata tanteku memang Miko tidak akan membukakan kelopak matanya untuk beberapa minggu. Dan legalah aku.
               
         Saat itu, aku belum memiliki adik jadi Miko kuanggap adikku sendiri. Kami tumbuh bersama, bermain, memberinya makan, menonton tv, berjalan- jalan di kebun, menangkap tikus, mengejar dan menggonggongi orang asing, walaupun suara gonggongannya masih unyu- unyu . Sungguh menyenangkan, dia adalah teman masa kecilku yang pertama.
                  
         Tapi itu tidak berlangsung lama, tahun 1999 ayahku diangkat PNS di kota Batang dan beliau memutuskan untuk memboyong kami sekeluarga ke Batang. Hal ini sangat tidak kuterima. Di hari kepindahanku, aku menangis karena tidak kan bertemu dengan Miko lagi. Inginya ia juga kubawa ke Batang, tapi itu tidaklah mungkin mengingat kata ayah rumah kontrakan kami di Batang sempit dan berada di perumahan yang tidak boleh memelihara anjing.
                   
         Ternyata tidak selamanya aku berpisah dengan Miko, setiap bulan puasa kami mudik ke Klaten dan saat itulah aku bisa bermain lagi dengan Miko. Tiap tahun ia bertambah besar, pertumbuhannya sangat pesat. Bahkan saat aku SD, aku bisa menungganginya.
                  
         Miko sangat suka nongkrong di kamar kalau cuaca sedang terik. Atau tidur di kebun dibawah pohon mangga, atau bersantai di halaman depan di bawah pohon rambutan. Kalau malam ia tidur di depan pintu rumah untuk menjaga kalau- kalau ada maling masuk. Ia mau makan kalau nasinya dicampur dengan gajih atau lemak sapi, sangat berminyak. Miko terkenal di kampung neneku. Karena beberapa diantara tetangga nenekku pernah digonggonginya karena mencuri rambutan atau mangga.
                 
         Hingga di tahun 2007. Beberapa minggu sebelum lebaran. Aku mendapat kabar dari tanteku kalau Kapok, ayah Miko meninggal dunia. Dan tak selang berapa lama, aku mendapat kabar yang sangat mengejutkan. Miko hilang.
           
        Miko hilang..
                  
        Sengaja diulang biar makin dramatis..
                   
        Aku tak kuasa menahan haru, anjing kecil peliharaanku sekaligus teman masa kecilku hilang. Dan penyebabnya adalah saat ia bermain di sawah orang petang hari, ia mendengar suara petasan yang amat keras, ia ketakutan dan berlari sejauh- jauhnya dan tak kembali pulang. Memang di desa nenekku, warganya suka sekali bermain petasan. Aku sangat kecewa.
                  
         Dan hingga hari ini aku masih menunggui kepulangan Miko. Ia sudah tak memiliki ayah dan ibunya juga pergi entah kemana. Setidakanya kalau dia masih hidup, aku beraharap dia dipelihara oleh orang- orang yang baik. Dan kalau dia sudah tiada, semoga ia tenang disana. Aku merindukanmu, Miko.
    Banyak yang bertanya darimana asal cerberus, anjing peliharaan Hiruma Yoichi yang sangat kekar dan perkasa. karakter di manga dan anime Eyeshield 21. Apa dia dulu anjing yang lucu yang lalu dipungut Hiruma dari tempat sampah lalu Hiruma mengajarinya fitnes hingga tubuh Cerberus bisa berotot seperti itu. Apa mungkin Creberus itu anjing FBI yang dicuri Hiruma? Nah, setemuan saya. Cerberus itu...

    Versi Anime menyatakan..
    Dulu Cerberus itu anjing liar tergalak dimana tak dapat dikalahkan atau ditangkap. Saat Hiruma kelas 1 SMU di Deimon, Cerberus berjumpa denganya saat Hiruma latihan.  Lalu mereka saling bertatap mata untuk memulai duel dan langsung diselesaikan dengan satu serangan. Baju Hiruma robek oleh taring Cerberus, akan tetapi kalung leher berduri berhasil terpasang ke leher Cerberus. Sejak saat itu Cerberus pun patuh pada Hiruma.


    Versi Manga menyatakan..
    Pas Hiruma sama Kurita sedang menyebarkan iklan Amefuto. Tiba- tiba ada anjing lucu yang tampak kasihan. Lalu Hiruma mengatakan, "Kasihan juga ya..". si Cerberus pun berpikiran kalau Hiruma mengasihaninya. Tapi ternyata Hiruma itu kasihan sama brosus yang kehujanan jadi tidak bisa terbaca bukan kasihan sama Cerberus. Ekspresi Cerberus pun langsung berubah menyeramkan. Dan anehnya mereka bisa langsung akrab.

    Versi Mitologi Yunani menyatakan..
    Cerberus adalah nama makhluk magis terkenal dari Yunani. Dia adalah anjing berkepala tiga penjaga Hades, dunia bawah tanah tempat jiwa orang- orang yang telah meninggal menuju keabadian. Tugasnya menjaga agar tak ada makhluk yang mendekat dan memakan siapa saja yang mencoba kabur dari tempat itu.


    Jadi kira- kira Cerberus dinamai Cerberus karena ia adalah anjing yang galak dan ia punya kepala yang besar dengan tubuh yang semini itu.
    Dan yang paling logis alasannya adalah..
    Markas Devil Bats adalahneraka
    Cerberus adalah anjing penjaga neraka
    Hiruma adalah Raja setan pemimpin neraka
    Anggota lainnya adalah setan anak buah Hiruma
    dan Mamori adalah malaikat ^^

    10 November 1923, didekat kota Odate, Prefektur Akita, Jepang telah lahir anakan anjing jenis Akita Inu dari induk betina bernama Goma-go dan induk jantan Oshinai-go. Anjing kecil itu bernama Hachi. Hachi kecil dipelihara oleh keluarga Giichi Saito lalu lewat perantara Hachi dipungut oleh keluarga Ueno yang ingin memlihara anjing akita dan pindah ke Tokyo. Hachi diletakan pada anyaman jerami tempat beras dan berangkat dari Stasiun Odate pada tanggal 14 Januari 1924. Setelah menempuh 20 jam perjalanan Hachipun tiba di stasiun Ueono, Tokyo.

    Pemilik Hachi yang baru adalah pengajar ilmu agrokultur di Universitas Kekaisaran Tokyo, yakni Profesor Hidesaburo Ueno yang berusia 53 tahun dan istrinya Yae yang berusia 39 tahun. Profesor Ueno adalah pecinta anjing, sebelum memelihara Hachi, beliau sempat memelihara beberapa anjing akita namun semuanya tak berusia panjang. Di rumah Profesor Ueno di dekat stasiun Shibuya, Hachi dipelihara bersama dua ekor anjing lain, S dan John. Sekarang, bekas lokasi tempat tinggal Profesor Ueno diperkirakan di dekat gedung Tokyo Departement Store.

    Sehari- hari Profesor Ueno berangkat ke universitas dengan kereta api. Hachipun selalu mengantar kepergian tuanya di depan pintu atau di depan gerbang. Terkadang bersama S dan John, Hachi mengantar tuanya sampai ke stasiun dan menjemputnya pada petang harinya.

    Pada 21 Mei 1925, seusai mengikuti rapat di kampus. Profesor Ueno mendadak meninggal dunia. Hachi yang terus menunggui majikannya tidak mengetahui tentang hal tersebut dan tidak mau makan selama 3 hari. Hingga pada upacara tsuya (upacara jaga malam untuk orang meninggal) Hachi tetap tidak menyadari bahwa tuannya telah tiada. Ditemani S dan John Hachi masih tetap ke stasiun untuk menjemput tuannya.

    Kian malang nasib Hachi, karena Yae harus meninggalkan rumah almarhum Profesor Ueno. Ternyata Yae tidak pernah dinikahi secara sah oleh Profesor. Hachi dan John pun dititpkan ke kerabat Yae yang mempunyai toko kimono di daerah Nihonbashi. Namun, cara Hachi melompat- lompat saat menyambut pembeli tidak disukai dan ia dititipkan pada kerabat Yae di daerah Asakusa. Dan disini Hachi kembali tidak disenangi karena kedatangnya menimbulkan pertengkaran antara pemiliknya dengan tetangganya. Ia kembali dititpkan di rumah putri angkat Profesor Ueno di Setayaga, namun ia merusak ladang dan mengacak- acak sayuran.

    Musim gugur 1927, Hachi dititpkan pada tukang kebun Profesor Ueno, Kikusaburo Kobayashi. Rumah Kobayashi yang berada di Tomigaya dan berdekatan dengan Stasiun Shibuya menjadikan Hachi kembali menunggu di stasiun saat jam- jam kepulangan mendiang tuannya.

    Tahun 1932 seorang dari Asosiasi Pelestarian anjing Jepang, Hirokichi Saito tertarik dan tersentuh dengan kisah Hachi yang setia mnenuggu tuannya. Prihatin atas perlakuan kasar yang diterima Hachi, iapun menulis kisah sedih Hachi dan dikirimkan ke Tokyo Asahi Shimbun dengan judul Itoshiya Roken Monogatari (Kisah Anjing Tua yang Tercinta). Publik Jepangpun akhirnya mengetahui kisah Hachi yang setia. Setelah Hachi terkenal, petugas stasiun, pedagang, orang- orang disekitar stasiunpun mulai menyayangi Hachi. Dan saat itu pula, akhiran Ko (sayang) ditambahkan pada nama Hachi, iapun dipanggil Hachiko.

    Tahun 1933, seorang kenalan Saito, pematung bernama Teru Ando tersentuh akan kisah Hachiko dan berniat membuat patungnya. Setiap hari, Hachiko dibawa ke studio untuk menjadi model. Andopun berusaha mengalahkan seseorang yang mengaku pihak yang dititipi Hachiko. Orang tersebut menjual kartu pos bergambar Hachiko untuk kepentingannya sendiri. Januari 1934, proposal untuk pendirian patung Hachiko selesai dibuat, dan acara pengumpulan danapun dilaksanakan di Gedung Pemuda Jepang (Nihon Seinenkan). 10 Maret 1934 sekitar tiga ribu penonton hadir untuk menonton Hachiko.

    Patung Hachiko dari perunggupun selesai dibuat dan diletakan didepan Stasiun Shibuya. Upacara peresmiannya diadakan pada bulan April 1934 disaksikan langsung oleh Hachiko dan 300 hadirin. Patung Hachiko yang lain dengan pose bertiarap dihadiahkan Ando kepada Kaisar Hirohito dan Permaisuri Kojun.

    Selepas subuh sekitar pukul 06.00 pagi pada tanggal 8 Maret 1935, Hachiko ditemukan meninggal pada usia 13 tahun di jalan dekat jembatan Inari, sungai Shibuya. Hachiko biasanya tidak pergi ketempat itu. Setelah dilakukan otopsi, diketahui penyebab kematiannya adalah filariasis.

    Upacara kematian Hachiko dihadiri banyak orang di stasiun Shibuya, termasuk janda almarhum Profesor Ueno, pasangan suami istri tukang kebun Kobayashi, dan penduduk sekitar. Biksu dari Myoyu-ji diundang untuk membacakan sutra. Upacara pemakaman Hachiko dilaksanakan layaknya upacara pemakaman manusia. Hachiko dimakamkan disamping makam Profesor Ueno di pemakaman Aoyama. Bagian luar tubuh Hachiko diawetkan dan dipajang Museum Nasional Pengetahuan Umum di Ueno, Tokyo.

    Awetan tubuh Hachiko ditempatkan di lantai 2 bersama anjing- anjing terkenal lainnya di jepang, termasuk Jiro. Jiro adalah tokoh anjing pada film Eight Below yang juga diangkat dari kisah nyata seorang peneliti di Antartika yang berasal dari Jepang, ia dipaksa meninggalkan anjing- anjing Sakhalin Huskies yang pintar menarik kereta salju.

    Tanggal 8 Juli 1935, patung Hachiko didirikan di kota kelahiran Hachiko di Odate, tepatnya didepan stasiun Odate. Patung tersebut dibuat mirip dengan patung Hachiko di Shibuya. Dua tahun berikutnya kisah Hachiko dimasukan dalam buku pendidikan moral untuk kelas 2 sekolah rakyat di Jepang. Dengan judul On O Wasureruna (Balas Budi Jangan Dilupakan).

    Pada tahun 1944 saat berkecamukanya perang dunia II, patung perunggu Hachiko ikut dilebur untuk keperluan perang. Dan dibuatkan gantinya pada tahun 1948 bulan Agustus oleh pematung Takeshi Ando, anak laki- laki Teru Ando.

    Pintu keluar stasiun JR Shibuya, yang berdekatan dengan patung Hachiko disebut sebagai pintu keluar Hachiko. Sewaktu didirikan kembali tahun 1948, patung Hachiko diletakan di halaman tengah dan menghadap ke utara. Namun setelah adanya perluasan pada Mei 1989, patung Hachiko dipindahkan ke tempatnya sekarang dan menghadap ke timur. Dan hingga sekarang, patung Hachiko menjadi tempat berkumpulnya dan pertemuan warga Jepang saat mengunjungi stasiun Shibuya.

    Kisah Hachikopun dibuat dalam bentuk film berjudul Hachiko Monogatari besutan sutradara Seijiro Koyama diputar di Jepang pada Oktober 1987. Patung Hachiko diresmikan di kota kelahirannya di Odate. Monumen peringatan ulang tahun Hachiko yang ke 80 tahun didirikan tanggal 12 Oktober 2003 dilokasi rumah kelahiran Hachiko di Odate. Sebuah drama spesial tentang Hachiko ditayangkan oleh stasiun TV Nippon Television pada tahun 2006. Drama sepanjang dua jam tersebut berjudul Densetsu no Akitaken Hachi (Legenda Hachi si Anjing Akita). Dan pada Agustus 2009, industri Hollywood kembali mengangkat kisah Hachiko ke layar lebar dengan Judul Hachiko: A Dog’s Story yang disutradari oleh Lasse Hallstrom dan dibintai oleh Richard Gere, Joan Allen dan Sarah Roemer.

    Sesungguhnya, anjing ras Akita adalah anjing yang sangat dipercaya sejak zaman kekaisaran Jepang yang sangat setia pada tuannya. Dan selama sepuluh tahun hingga ajal menjemput Hachiko, ia terus menunggui kepulangan mendiang majikanya di depan stasiun Shibuya tanpa henti. Semoga Hachi, Profesor Hidesaburo Ueno, Miko, dan Kapok tenang disana.

    rss
    rss


    Copyright © 2010 kid.asya.riu All rights reserved.Powered by Blogger.