• Post Title

    Category

    Lorem Ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.Lorem Ipsum has been the industry's standard dummy text ever since the 1500s,when an unknown printer...

    Buton


  • Saudara- saudara, kenapa kita sebagai pemimpin rakyat, yang mengetahui sejarah, menjadi zwaarwichtig, menjadi gentar, padahal semboyan Indonesia Merdeka bukan sekarang saja kita siarkan? Berpuluh- puluh tahun yang lalu, kita telah menyiarkan semboyan Indonesia Merdeka, bahkan sejak tahun 1932 dengan nyata- nyata kita mempunyai semboyan “INDONESIA MERDEKA SEKARANG”. Bahkan tiga kali sekarang, yaitu Indonesia Merdeka sekarang, sekarang, sekarang!

    Dan sekarang kita menghadapi kesempatan untuk menyususn Indonesia Merdeka, kok lantas kita zwaarwichtig dan gentar hati! Saudara- saudara, saya peringatkan seklai lagi, Indonesia Merdeka, political independence, politieke onafhankelijkheid, tidak lain dan tidak bukan ialah satu jembatan! Jangan gentar!

    Jikalau umpamanya kita pada saat sekarang ini diberikan kesempatan oleh Dai Nippon (Kekaisaran Jepang Raya) untuk merdeka, maka dengan mudah Gunseik-kan (Kepala Pemerintahan Militer Tentara Pendudukan Jepang) di ganti dengan orang yang bernama Tjondro Amsomro, atau Soomubutyoo (Kepala Departemen Urusan Umum) diganti dengan orang yang bernama Abdul Halim. Jikalau umpamanya Butyoo- Butyoo (Kepala Departemen) diganti dengan orang- orang Indonesia, pada sekarang ini, sebenarnya kita telah mendapat political independence, politieke onafhankelijkheid –in one night, di dalam satu malam!

    Saudara- saudara, pemuda- pemuda yang dua milyun, semuanya bersemboyan: Indonesia Merdeka, sekarang! Jikalau umpamanya Balatentara Dai Nippon, sekarang menyerahkan urusan negara kepada Saudara- saudara, apakah Saudara- saudara akan menolak, serta berkata: mangke rumiyin –tunggu dulu –minta ini dan itu selesai dulu, batu kita berani menerima urusan negara Indonesia Merdeka?

    Saudara- saudara, kalau umpamanya pada saat sekarang ini Balatentara Dai Nippon menyerahkan urusan negara kepada kita, maka satu menit pun kita tidak akan menolak, sekarang pun kita menerima urusan itu, sekarang pun kita mulai dengan negara Indonesia yang merdeka!

    Saudara- saudara tadi saya berkata, adanya perbedaan antara Sovyet Rusia, Saudi Arabia, Iggris, Amerika dan lain- lain, tentang isinya. Tetapi ada satu yang sama, yaitu rakyat Saudi Arabia sanggup mempertahankan negaranya. Munsyik- munsyik di Rusia sanggup mempertahankan negaranya. Rakyat Amerika sanggup mempertahankan negaranya. Rakyat Inggris sanggup mempertahankan negaranya. Inilah yang menjadi minimum-eis (tuntunan minimum dalam bahasa Belanda). Artinya, kalau ada kecakapan yang lain, tentu lebih baik, tetapi manakala sesuatu bangsa telah sanggup mempertahankan negerinya dengan darahnya sendiri, dengan dagingnya sendiri, pada saat itu bangsa itu telah masak untuk kemerdekaan. Kalau bangsa kita, Indonesia, walaupun dengan bambu runcing. Saudadar- saudara, semua siap sedia mati, mempertahankan tanah air kita Indonesia, pada saat itu bangsa Indonesia adalah siap sedia, masak untuk Merdeka!

    Cobalah pikirkan hal ini dengan memperbandingkannya dengan manusia.

    Manuisa pun demikian, Saudara- saudara! Ibaratnya, kemerdekaan saya bandingkan dengan perkawinan. Ada yang berani kawin, lekas berani kawin, ada yang takut kawin. Ada yang berkata: Ah, saya belum berani kawin, tunggu dulu gaji 500 gulden. Kalau saya sudah mempunyai rumah gedung, sudah ada permadani, sudah ada lampu listrik, sudah mempunyai tempat tidur yang mental- mentul, sudah mempunyai meja kursi yang selengkap- lengkapnya, sudah mempunyai sendok garpu satu kaset, sudah mempunyai ini dan itu, bahkan sudah mempunyai kinder-uitzet (pakaian untuk anak- anak dalam bahasa Belanda), barulah saya berani kawin.

    0 comment:

    Post a Comment

    Terima kasih sudah berkujung dan membaca kiriman saya. Kirim balik komentar kalian :)

    rss
    rss


    Copyright © 2010 kid.asya.riu All rights reserved.Powered by Blogger.